0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Buka Festival di Benteng Vastenburg, Walikota: Jangan Sampai Pasar Ilang Kumandhange

Suasana festival pasar tradisional di Halaman Benteng Vastenburg, Kamis (21/9) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Festival Ragam Pasar Tradisional resmi dibuka, Senin (21/9) malam. Pergelaran pertama di Indonesia itu diharapkan dapat menghidupkan geliat pasar tadisional di derasnya arus modernisasi di segala bidang.

“Saya sampaikan terutama kepada generasi muda, pendahulu kita pernah berpesan besok rejaning jaman, pasar bakal ilang kumandhange (besok di masa depan, pasar akan kehilangan gaungnya),” pesan Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo pada sambutannya saat membuka acara.

Rudy mengartikan ramalan tersebut sebagai peringatan agar Wong Solo tetap kelangsungan pasar tradisional. Even yang digelar Dinas Perdagangan ini merupakan salah satu upaya mempertahankan sekaligus mengembangkan pasar tradisional. Lebih lanjut, ia berpesan agar ciri khas pasar tradisional tetap dipertahankan.

“Kemajuan boleh. Tapi ciri khasnya jangan sampai hilang. Harus tetap ada tawar menawar, interaksi pedagang dan pembeli harus secara langsung,” kata dia.

Suasana festival pasar tradisional di Halaman Benteng Vastenburg, Kamis (21/9) (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo sendiri merupakan salah satu kota yang sukses mengembangkan pasar tradisional. Di saat pasar-pasar tradisional di berbagai kota besar bertumbangan akibat hadirnya retail modern, jumlah pasar di Solo justru bertambah dari 37 menjadi 44 pasar dalam kurun waktu 10 tahun. Perputaran uang di pasar tradisional di Solo pun tak bisa dibilang kecil.

“Ini tak lepas dari upaya Pemerintah yang terus bekerja memperbaiki pasar tradisional agar bisa bersaing dengan pasar modern,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Subagio menambahkan Festival Pasar Tradisional akan berlangsung Kamis-Minggu (21-24/9) di Plasa Benteng Vastenburg. Festival dimeriahkan dengan 150-an stand yang diikuti 44 pasar tradisional dan kuliner di Solo.

“Setiap pasar diwakili satu stand yang menjadi ciri khas pasar masing-masing. Misalnya, Pasar Gede memamerkan oleh-oleh, Pasar Depok memamerkan kurungan burung, dan lain sebagainya,” kata dia.

Selain stand pasar dan kuliner, festival tersebut juga dimeriahkan dengan Festival Jenang Lemu dengan membagikan 1.000 takir jenang kepada masyarakat pada Hari Jumat. Pada hari berikutnya, Festival Ragam Pasar Tradisional akan dimeriahkan pembagian 1.000 takir thengkleng

“Hari terakhir kita adakan jalan sehat dengan berbagai hadiah,” kata Subagio.

Suasana festival pasar tradisional di Halaman Benteng Vastenburg, Kamis (21/9) (timlo.net/ichsan rosyid)

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge