0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ingatkan 3D, BI Ingatkan Maraknya Upal

Deputi Kepala Perwakilan BI Solo, M Taufik Amrozy dalam sosialisasi ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada penyandang tunanetra Klaten (ist)

Klaten — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo mengimbau masyarakat di wilayah Klaten agar mewaspadai peredaran uang. Pasalnya, sejak awal tahun 2017 masih ditemukan ribuan lembar uang palsu.

“Tiap hari kami terima laporan (upal) masyarakat yang menukarkan uang, dari perbankan, dan dari kas keliling,” ungkap Deputi Kepala Perwakilan BI Solo, M Taufik Amrozy, disela sosialisasi kepada penyandang tunanetra Klaten, Rabu (20/9).

Pihaknya mencatat, temuan upal sejak Januari-Agustus tersebut sekitar 3.500 lembar. Duplikasi terbanyak berupa pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dari pecahan uang emisi sebelum 2016.

Untuk mengetahui keaslian rupiah, masyarakat bisa mengetahuinya dengan cara 3D atau dilihat, diraba, dan diterawang. Sehingga masyarakat terhindar menjadi korban sindikat pengedar upal. Pasalnya, sesuai undang-undang (UU), perbankan tidak wajib memberikan penggantian.

”Uang asli jika diraba terasa tekstur ada bagian kasar dan ada yang halus karena menggunakan teknik cetak khusus. Beda dengan upal yang kebanyakan tekstur halus. Maka jika ada yang terima upal, resiko ada di masyarakat. Perbankan tidak wajib menggantinya,” beber Taufik.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge