0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Begini Kondisi Kesehatan Jantung dan Ginjal Setya Novanto

Ketua DPR Setya Novanto (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua DPR Setya Novanto. Ketua Umum Partai Golkar itu rencananya diperiksa sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP.

Namun, Setnov kembali tak memenuhi panggilan KPK. Penyebab ketidakhadiran Setnov pada panggilan kedua masih sama dengan yang pertama yakni sakit.

Jika pada panggilan pertama Setnov beralasan sakit vertigo, kali ini Ketua Umum Partai Golkar itu mengaku sedang menjalani katerisasi jantung di rumah sakit.

Setnov yang sebelumnya dirawat di RS Siloam kini dipindah ke RS Premiere Jatinegara. Menurut politisi Partai Golkar Nurul Arifin, penyebab Setnov dipindah karena alat di RS Siloam rusak.

Nurul mengatakan, Setnov dibawa ke ruang Intensive Cardiologi Care Unit (ICCU) disebabkan fungsi jantungnya tersumbat 80 persen. Kemudian pihak rumah sakit harus melakukan observasi karena fungsi ginjalnya terganggu.

“Memang kelihatannya ada fungsi ginjal yang terganggu juga. Jadi beliau di ICCU. Waktu di Siloam sudah dikatakan ada kelainan ginjal juga,” kata Nurul Arifin saat hendak menjenguk Setnov di RS Premiere Jatinegara, Jakarta  Timur, Senin (18/7) kemarin.

Nurul tidak mengetahui berapa lama Setnov harus menjalani perawatan. Pihaknya meminta penundaan pemeriksaan dari KPK. Dia menjelaskan beberapa dokter yang menangani Setya Novanto antara lain dokter anestesi, internis dan jantung.

“Itu yang saya lihat di ruang pemeriksaan awal,” katanya.

Setelah Nurul, beberapa waktu kemudian keluar dari RS kakak kandung Setnov, Setyo Lelono. Senada dengan Nurul, Setyo mengungkapkan adiknya mengalami penyumbatan 80 persen pada jantungnya sehingga harus dilakukan pemasangan ring berjumlah dua buah.

Dia menceritakan, Setnov selesai menjalani operasi sekitar pukul 10.30 WIB. Setelah dioperasi Setnov langsung dibawa ke ruang Intensive Cardiologi Care Unit (ICCU). Mengenai berapa lama waktu perawatan, hal itu tergantung kondisi Setnov. Jika kondisi Setnov masih lemah, bisa dirawat hingga 3 hari.

“Selain itu kan akan diadakan (pemeriksaan) di ginjalnya kan,” katanya saat menjenguk Setnov.

Setyo menjelaskan, awal masuk RS Siloam, Setnov mengalami vertigo kemudian mengalami rasa mual dan gangguan ginjal. Setelah dipindah dan diperiksa di RS Premiere Jatinegara, ada indikasi penyakit jantung. Sehingga dokter harus mengambil tindakan keterisasi memasang ring.

“Saya belum tahu pasti (soal ginjal Setnov) tapi dokter akan melihat kondisi ginjalnya selanjutnya, apakah ada operasi atau tidak dokter lah yang menentukan dan tim dokter yang lebih tahu kapan pemeriksaan ginjal. Dokter lebih tahu kenapa harus jantung dulu, ginjal dulu,” katanya.

Dia tak menyangka Setnov memiliki penyakit jantung. Sebab selama ini dia mengaku hanya mengetahui penyakit vertigo yang diidap adiknya. Sama-sama sibuk dan jarang bertemu diakuinya menjadi penyebab dirinya tak mengetahui penyakit saudaranya itu.

Menurutnya, saat masuk RS Siloam, Setnov merasa sesak di dada kiri. Namun dia tak tahu penyakit apa yang diderita Setnov selain vertigo. Saat ini, kondisi Setnov, menurutnya, masih terbaring lemas dan berbicara terbata-bata.

“Barusan saya ajak ngomong masih lemah, agak cadel-cadel gitu, yang jelas kondisinya masih lemah,” katanya.

Di tempat terpisah, ajudan Setnov, Corneles Towuliu, memenuhi panggilan KPK buat diperiksa sebagai saksi untuk Setnov. Usai diperiksa, Corneles menceritakan apa saja yang ditanyakan penyidik KPK kepadanya. Salah satunya adalah soal kesehatan Setnov.

“Tadi di dalam ditanyakan apakah benar kalau Pak Nov sakit? Benar kalau dia sakit,” kata Corneles di Gedung KPK, Jakarta Selatan, kemarin.

Dia tidak menejelaskan secara rinci sakit apa yang diderita Setnov. Menurutnya hanya pihak dokter yang tahu. Kemudian, Corneles menjelaskan bahwa keadaan Setnov saat ini dipenuhi jarum.

“Di sini penuh dengan jarum-jarum (pegang bagian tangan). Ditusuk jarum kasian bapak,” pungkas Cornelis.

Sementara itu, KPK telah menerima surat dari istri Setnov, Deisti Astiana Tagor. Surat tersebut berisi keterangan Setnov tidak hadir memenuhi panggilan KPK lantaran sakit jantung.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan, surat tersebut sudah diproses dan tim penyidik KPK hari ini sudah melakukan pengecekan.

“Tim penyidik bersama dokter KPK hari ini melakukan pengecekan terhadap kondisi tersangka SN di RS Premier Jatinegara Jakarta Timur,” kata Febri dalam pesan singkat, kemarin.

Pihaknya akan mempelajari dan menyusun hasil pemeriksaan tersebut. “Dari sana kami akan pertimbangkan langkah lebih lanjut, apakah akan menyurati IDI untuk SO atau tindakan lain,” katanya. [dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge