0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Beli Air, Warga Lereng Merapi Terpaksa Inden

Plt Bupati Klaten Sri Mulyani menyalurkan air bersih ke warga Kemalang di lereng Merapi (timlo.net/a wijaya)

Klaten — Musim kemarau membuat warga di wilayah lereng Gunung Merapi harus membeli air bersih. Pasalnya, persediaan bak penampungan air hujan milik warga sudah habis.

“Sumber air bersih dan embung tidak mampu memenuhi kebutuhan warga. Maka warga harus beli air, itu pun sekali pesan enggak langsung diantar. Harus inden,” ujar Kepala Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Sutarno, Kamis (14/9).

Menurut dia, warga harus merogoh kocek sekitar Rp 200 ribu untuk mendapatkan satu tangki berisi 5.000 liter air bersih. Mereka harus menunggu 15 hingga 30 hari untuk sekali dropping.

“Masyarakat sangat mengharapkan bantuan air bersih dari pemerintah maupun pihak lain. Karena kita juga harus menunggu waktu cukup lama saat membeli air,” ujar Sutarno, di sela dropping air bersih oleh Plt Bupati Klaten Sri Mulyani.

Salah seorang warga setempat, Anik (26) mengaku, sudah membeli air bersih sejak Agustus lalu. Tiap pembelian satu tangki air bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dua pekan.

“Mau bagaimana lagi, terpaksa beli. Yang paling boros untuk mencuci dan juga untuk memenuhi kebutuhan ternak sapi. Kalau persediannya airnya sudah habis terkadang juga mengambil di bak penampungan umum,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge