0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bejat, Pria Paruh Baya Ini Tega Cabuli Putri Bungsunya

Ilusatrasi korban pencabulan (dok.merdeka.com)

Timlo.net – Pria paruh baya, TDW (52), tega mencabuli putri bungsunya, UK, di tempat kos yang selama ini ditinggalinya. Aksi bejat TDW yang sudah dilakukan sejak April 2017 terungkap oleh pemilik kos. TDW akhirnya diringkus Unit PPA Satreskrim Polrestabes Bandung, di indekos Jalan Melong, Kecamatan Bandung Kulon, Kota Bandung, Minggu (10/9) lalu.

“TDW ini ditangkap karena telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak bungsunya UK yang berusia 15 tahun,” kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Yoris Maulana saat ditemui di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (14/9).

Motif yang dilakukan TDW ini, langsung mengajak korban untuk memenuhi hasrat birahinya. Tak pandang bulu, darah dagingnya sendiri dicabuli berkali-kali. TDW melakukan tersebut dengan ancaman bahwa korban akan dibunuh jika tidak memenuhi keinginannya.

“‎Pelaku ini tidak membujuk UK, tetapi memaksa dan mengancam korban akan dibunuh dan dianiaya kalau menceritakan kejadian tersebut. Menurut pengakuan cuma 3 kali. Tapi melihat trauma yang dialami korban kemungkinan besar lebih dari 3 kali diperkosa,” ungkapnya.

Yoris mengatakan, akibat perlakuan bejat ayah kandungnya, korban mengalami trauma yang cukup berat. UK bahkan takut untuk melihat laki-laki terutama bapak kandungnya.

“Korban trauma melihat laki-laki sekarang itu. Apalagi melihat ayahnya,” tukasnya.

TDW mengaku menyesal telah memperkosa anak kandungnya yang diakuinya telah dilakukan sejak bulan April 2017 lalu atau sejak lima bulan ke belakang. “Saya khilaf, benar-benar saya khilaf,” aku TDW.

Pria yang kesehariannya mencari nafkah sebagai pekerja serabutan ini mengakui jika aksi bejatnya dilakukan karena pengaruh minuman keras oplosan yang rutin dibelinya.

“‎Saya khilaf karena pengaruh ciu. Ya saya juga sudah lama enggak campur sama istri. Istri saya sudah meninggal lama,” tuturnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, TDW akan dikenakan pasal 81 junto 76 D dan atau pasal 82 junto 76 E Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun dan denda pling banyak Rp 5 miliar.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge