0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Perguruan Tinggi Lebih Mudah Jadi Target Rekrutmen Gerakan Radikal

Dialog Pelibatan LDK dan Birokrasi Kampus Cegah Terorisme (timlo.net/eko prasetyo)

Solo – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bersama Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Jawa Tengah menggelar Dialog pelibatan Lembaga Dakwah Kampus (LDK) dan Birokasi kampus dalam pencegahan Terorisme melalui Forum koordinasi pencegahan Terorisme. Dialog menghadirkan Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol Ir Hamli ME, Mufid ‘Dakwah Islam Wasathiyah Dr KH Ahmad Syafi’i dan mantan Teroris Ustad Abu Tholut berlangsung di Gedung Prakosa, Rektorat UNS, Solo, Rabu (13/9).

“UNS memiliki komitmen yang sangat kuat dengan pencegahan radikalisme dan terorisme,” ungkap Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan UNS, Prof Dr Darsono saat membuka acara Dialog.

Sementara itu, Ketua FKPT Jawa Tengah Dr H Najahan Musyafak menyatakan, aktivitas keagamaan di sejumlah kampus-kampus, terutama kampus umum akhir-akhir ini terus meningkat. Peningkatan aktivitas ini disinyalir dapat menjadi tempat potensial berkembangnya aktivitas keagamaan yang eksklusif dan radikal. Hal ini menjadikan perguruan tinggi umum lebih mudah menjadi target rekrutmen gerakan-gerakan radikal, dibandingkan perguruan tinggi berbasis keagamaan.

Menurutnya, berdasarkan hasil Penelitian Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2011 menemukan pola-pola gerakan radikal di Indonesia salah satunya melalui penyusupan pada organisasi-organisasi kemahasiswaan tingkat kampus yang sebagian besar terdapat di perguruan tinggi non-keagamaan.

“Karenanya civitas akademika perguruan tinggi, khususnya Lembaga Dakwah Kampus (LDK) sangat strategis dilibatkan dalam pencegahan penyebaran radikalisme di kampus-kampus. Hal ini karena LDK yang paling dekat bersentuhan dengan masyarakat kampus, khususnya mahasiswa sebagai calon-calon pemimpin masa depan,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge