0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Koleksi Tari Butuh Perlindungan Hukum

Performa tari tradisi dari para seniman sanggar budaya di Karanganyar (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Tari tradisi maupun kreasi baru seni tersebut membutuhkan perlindungan hukum guna kepentingan pelestarian.

“Kita ada tarian yang mencerminkan Kabupaten Karanganyar. Misalnya tari berdurasi pendek atau wireng petilan yang ditarikan dua sampai empat orang. Tapi, tari itu belum memiliki perlindungan atau disertifikatkan milik Karanganyar,” kata pegiat seni tari dari Sanggar Pringgosari Karanganyar, Ari Kuntarto kkepada Timlo.net, Rabu (13/9).

Di Karanganyar, terdapat beberapa tari khas yang sering disuguhkan menyambut tamu di acara spesial seperti Sondokoro, Manggolo Dipo dan Tari Purba. Tari Sondokoro biasa dimainkan komplit dengan orkestranya di Agrowisata Sondokoro.

Sedangkan Manggolo Dipo menggambarkan perjuangan prajurit wanita pasukan Raden Mas Said. Terkait Tari Purba, senimannya memakai pakaian pra sejarah yang menceritakan kehidupan manunia di jaman purba. Ari mengatakan tari klasik aliran Pura Mangkunegaran dan Kasunanan Surakarta juga banyak diajarkan di sanggar-sanggar seni di Karanganyar.

“Kami menunggu komitmen Pemkab melestarikan budaya. Salah satunya menginventarisasi tarian asli dan mencatatnya dalam registrasi alias bersertifikat. Konsep pariwisata akan sangat bagus jika memasukkan tarian asli Karanganyar di tiap obyek. Misalnya di TIC Terminal Wisata mBangun Makutoromo,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge