0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Pemalsuan Tandatangan

Kejari Minta Mantan Manager Persis Kooperatif

Mantan Manager Persis, Waseso usai jalani sidang di pengadilan (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Terdakwa kasus pemalsuan tandatangan, Waseso mangkir dalam panggilan pertama Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo. Rencananya, Kejari Solo akan kembali melayangkan panggilan kedua dalam pekan ini.

“Pekan ini kami kirimkan panggilan kedua. Panggilan pertama dilayangkan tanggal 8 September kemarin,” terang Kasipidum Kejari Solo, Bambang Saputra, Rabu (13/9) siang.

Dikatakan, ketidakhadiran terdakwa kasus pemalsuan tanda tangan untuk pencairan uang tabungan bersama sekitar Rp 21,6 miliar di Bank UOB Solo ini tidak disertai dengan keterangan apapun. Padahal, jika memiliki iktikat baik tentunya ada pemberitahuan dan koordinasi dengan pihak Kejari.

“Tiap panggilan, berjarak dua pekan. Untuk panggilan pertama kemarin tidak ada keterangan apapun dari terdakwa,” terang Kasipidum.

Jika sampai kali ketiga Waseso tetap mangkir dalam panggilan yang dilakukan Kejari, lanjut Kasipidum, pihaknya tak segan akan melakukan tindakan paksa atau eksekusi.

“Kami berharap, terdakwa kooperatif dan tunduk dengan hukum. Sehingga, kami tidak perlu melakukan tindakan eksekusi,” tegas Kasipidum.

Seperti diketahui, putusan bebas mantan Manager Persis, Waseso oleh Pengadilan Tinggi (PT) Jawa Tengah dimentahkan oleh Hakim Mahkamah Agung (MA) yang diketuai Artidjo Alkostar. Kasus tindak pidana pemalsuan tanda tangan untuk pencairan uang tabungan bersama sekitar Rp 21,6 miliar di Bank UOB Solo ini berakhir dengan penguatan putusan hakim PN Solo yang menghukum terdakwa selama tiga tahun.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge