0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Jadi Titik Kumpul, Jumatan di Masjid An Nuur Harus Melewati Metal Detector

Penjagaan ketat di Masjid An Nuur Magelang (merdeka.com)

Timlo.net — Penjagaan ketat tidak hanya terlihat di pintu masuk Kabupaten Magelang, tapi juga di Masjid Agung An Nuur yang berada di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (8/9). Masjid Agung An Nuur digunakan sebagai titik kumpul para peserta aksi solidaritas Bela Rohingya.

Polisi berjaga sejak di pintu masuk Masjid An Nuur. Beberapa ruas jalan menuju An Nuur dibarikade petugas kepolisian. Sehingga para peserta aksi terpaksa harus memarkirkan kendaraannya dan berjalan sejauh kurang lebih dua kilometer.

Peserta aksi yang ingin masuk ke dalam Masjid An Nuur untuk melaksanakan salat Jumat harus melalui pemeriksaan metal detector. Jemaah yang membawa tas pun diperiksa satu per satu.

Salah seorang jemaah yang akan menunaikan ibadah Shalat Jumat di Masjid An Nuur, Munawir harus berjalan kaki dua kilometer. Sebab, kendaraannya tidak boleh diparkir dekat dengan masjid.

“Tidak boleh masuk kendaraannya. Di parkir jauh dan sampai sini jalan kaki bareng-bareng dengan jamaah yang lainnya,” terang Munawir yang mengaku datang dari Temanggung.

Jemaah lainnya, Nur Muhammad menuturkan, sebelum masuk ke dalam area masjid, tas bawaannya berisi sajadah dan pakaian ganti diperiksa oleh petugas kepolisian. Pemeriksaan dilakukan di depan pintu masuk Masjid An Nuur.

“Diperiksa tasnya di depan masjid. Terus harus lewat metal detector sebelum masuk ke dalam masjid,” ujar Nur yang berasal dari Muntilan.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge