0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kapolri Sayangkan Isu Rohingya Dipakai ‘Serang’ Pemerintah

Kapolri Jendral Tito Karnavian (merdeka.com)

Timlo.net – Kapolri menyinggung tragedi kemanusiaan etnis Rohingya yang digunakan oleh kelompok tertentu melakukan penyerangan dan menjatuhkan wibawa pemerintah Indonesia. Kelompok ini mencoba ‘menggoreng’ isu Rohingya melalui media sosial seperti Twitter dan Facebook (FB).

Ironisnya, isu yang disebar lebih banyak bertema tentang keagamaan daripada kemanusiaan.

“Kalau mengacu pada perangkat lunak analisis opini di platform media Twitter, yang menyatakan sebagian besar pembahasan mengenai Rohingya, dikaitkan dengan Pak Jokowi (Presiden Joko Widodo) dan pemerintahannya,” ujar Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Surabaya, Kamis (7/9).

Dari hasil analisa, para pengguna media sosial bukan berempati untuk menyikapi krisis kemanusiaan di Rohingya, tetapi lebih banyak mengajak umat untuk anti terhadap Pemerintahan Jokowi.

“Dari hasil penelitian Software Opinion Analysist, isu ini lebih banyak dikemas untuk digoreng menyerang pemerintah yang dianggap lemah. Padahal pemerintah sudah lakukan langkah yang pas,” jelasnya.

Karena itu Tito berharap, masyarakat Indonesia tidak perlu melakukan aksi-aksi berlebihan. “Sebab, pemerintah Indonesia telah bergerak melalui cara-cara diplomasi,” tegasnya memastikan.

Sekadar informasi, kapolri hadir di Kota Pahlawan ini dalam rangka menjadi nara sumber acara seminar International Conference On Contemporary Social and Political Science Affair (Ico-CSPA) yang digelar Fisip Universitas Airlangga (Unair) di Garden Palace, Surabaya.

Selain Tito Karnavian, hadir juga Gubernur Lemhanas Letjen (Purn) Agus Widjojo, Doshisha University Jepang, Prof Hisae Nakanishi, dan Prof dr Peter Grabosky dari Australia National University, dr Robbie Pieters dari Sydney University Australia, serta Baiq Wardhani dari Unair.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge