0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Pelajar Gelar Aksi Solidaritas untuk Etnis Rohingya

Pelajar di Bandung gelar aksi solidaritas Rohingya. (dok.merdeka.com)

Timlo.net — Sekitar 300-an pelajar Sekolah Islam Nurul Fikri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menggelar aksi solidaritas tragedi kemanusiaan yang menimpa etnis Rohingya. Dengan bendera merah putih, mereka menyuarakan keprihatinan atas krisis kemanusiaan yang menimpa umat Muslim di sana.

Aksi damai dipusatkan di depan Gedung Sate, Jl Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (6/9) pagi. Selain bendera merah putih dikibarkan, mereka juga membawa beberapa poster dan spanduk bertuliskan ‘Stop Genosida Muslim Rohingya’, ‘Indonesia Selamatkan Rohingya’ dan lainnya.

“Ini aksi kepedulian saudara-saudara kita di Rohingya. Kita menyuarakan keprihatinan atas apa yang terjadi terhadap saudara-saudara kita di sana. Lewat aksi solidaritas ini semoga aspirasi kita bisa sampai,” kata Koordinator aksi Aris Firmansyah‎.

Menurutnya, krisis kemanusiaan di Rakhine, Myanmar, sudah harus menjadi perhatian dunia. Pembersihan etnis muslim Rohingya oleh tentara Myanmar harus dihentikan. Sebab kekerasan dan pembantaian yang dilakukan tentara Myanmar merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

“Apa yang terjadi di Rohingya jelas itu melanggar HAM. Dengan beberapa upaya diplomasi dari berbagai negara dan suara-suara dari banyak negara, semoga kekerasan ini bisa dihentikan,” imbuhnya yang juga merupakan seorang staf guru.

Pantauan merdeka.com, para pelajar yang lengkap dengan seragam sekolah tingkat SMP dan SMA, berteriak menyuarakan dukungannya untuk etnis Rohingya. “Save Rohingya.. Save Rohingya.. Save Rohingya,” teriak pelajar dengan mengepalkan tangan kanan ke atas.

Aris menyampaikan alasan para pelajar turun ke jalan. Menurutnya aksi ini bagian dari bentuk kepedulian terhadap sesama manusia, khususnya sesama Muslim yang sedang dalam kondisi teraniaya.

“Ini bagian dari pembelajaran kepedulian yang masuk dalam pelajaran PPKN. Ini kita ajarkan kepedulian dengan apa yang terjadi dengan sesamanya,” sebutnya.

Keberadaan aksi tersebut membuat Jalan Diponegoro, khususnya di depan Gedung Sate ditutup sementara. Akses kendaraan dari dua arah dialihkan. Aksi tersebut juga mendapatkan pengawalan dari sejumlah kepolisian. ‎ [noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge