0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

IPDN Klarifikasi Kasus Penganiayaan Praja yang Ketahuan Pacaran

Kampus IPDN (merdeka.com)

Timlo.net – Rektor Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ermaya Suradinata mengklarifikasi kasus kekerasan yang dialami seorang praja di Kampus Jatinangor, Sumedang. Pelaku kekerasan yang awalnya diduga berjumlah 10 orang, setelah ditelusuri ternyata hanya berjumlah 5 orang.

Karena pada saat kejadian 5 orang lainnya hanya sebagai penengah. 5 orang pelaku langsung diberi sanksi dengan penurunan pangkat.

“Ya termasuk menjelaskan dan sanksi yang sudah diberikan. Sanksinya sudah turun tingkat, turun pangkat,” katanya di Kementerian Dalam Negeri, Kamis (31/8).

Ermaya mengaku mendapat intervensi dari orang tua korban yang tidak terima anaknya harus turun pangkat. Sehingga ada desakan dari orangtua pelaku agar sanksi itu dicabut.

“Ya ada pihak lain orangtuanya minta dibebaskan supaya jangan diturunkan. Kalau diturunkan dia minta akan ada perlawanan hukum. Ini sudah saya turunkan. Orangtuanya maunya bebas dan tidak boleh diturunkan, apalagi dipecat. Tapi bagi saya itu walaupun intervensi saya sesuai aturan,” katanya.

Menurutnya, pihak orangtua pelaku akan melakukan perlawanan dengan menempuh jalur hukum. Dengan tegas dia tidak mempermasalahkan itu karena sanksi yang diberikan sudah sesuai dengan peraturan yang ada.

“Silakan bagi saya karena ini sudah wajar diberikan sanksi. Jadi memang ada keinginan orangtuanya kenapa ga dibebaskan saja? Kenapa mesti diturunkan pangkat? Bagi saya nampar itu termasuk menuju pada kekerasan makanya saya ambil tindakan,” tegasnya.

Seperti diketahui kasus ini bermula dari masalah pacaran yang dilakukan praja kampus tersebut. Dirinya menegaskan pacaran antara praja tidak dilarang walau itu beda daerah. Asal tidak mengganggu proses pendidikan.

“Ya secara manusiawi, pacaran itu kan setiap orang boleh-boleh saja selama tidak mengganggu proses pendidikan di IPDN. Seperti ini kita semua kan pernah pacaran nah gimana agar pacaran itu dihargai sebagai ham,” pungkasnya.

[ded]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge