0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Candi Sirih Diteliti Arkeolog Tim BPCB Yogyakarta

Candi Sirih diteliti arkeolog Tim BPCB Yogyakarta (dok.timlo.net/putra kurniawan)

Sukoharjo — Bangunan mirip candi yang berada di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru, Sukoharjo ini belum lama ini diteliti oleh petugas dari Balai Penyelamatan Cagar Budaya (BPCB). Dari bangunan berdiamter 20 x 20 meter ini dimungkinkan hanya bagian dari puncaknya saja, karena bebatuan yang memiliki karakter susunan candi masih tersebar ke sekitar bangunan.

“Beberapa hari yang lalu kita menemani petugas dari BPCB meneliti seluruh bagian dari bangunan yang bisa saya katakan ini adalah candi, meskipun belum ada kepastian hasil penelitian tersebut. Selain struktur bangunan yang menyerupai candi, juga banyak bebatuan yang terhampar sampai ke hampir seluruh sudut lahan sekitar candi,” kata petugas dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo, Bimo Wijanarko, Kamis (31/8).

Sebelumnya muncul spekulasi dari sejumlah sumber yang menyebutkan bangunan yang oleh warga dinamai Candi Sirih ini bukan candi, melainkan bangunan tobong pembakaran gamping. Namun setelah dilakukan penelitian lebih lanjut, pada bebatuan yang tersusun dan sisa reruntuhan tersebut memiliki garis pola seperti yang terdapat di hampir seluruh bangunan candi.

Sampai saat ini hasil penelitian dari petugas BPCB Yogyakarta tersebut belum keluar, namun sejumlah pihak sangat yakin bangunan tersebut merupakan candi peninggalan jaman peradaban Hindu yang berusia ribuan tahun. Bahkan oleh salah seorang warga yang bertugas sebagai juru kunci, Sontorejo (80) menyatakan bangunan yang dirawatnya sejak dahulu ini merupakan candi yang bernama Candi Ayu.

“Ini adalah Candi Ayu menurut bisikan spiritual yang diyakininya, sedangkan penamaan Candi Sirih diberikan oleh Bupati Sukoharjo pada tahun 80-an karena tidak ada yang tahu nama banguna candi tersebut. Untuk emmudahkan penyebutan, oleh bupati diberi nama Candi Sirih karena sering digunakan untuk sesirih pada waktu dahulu,” tandas juru kunci Candi Sirih, Mbah Sonotorejo.

 

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge