0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Razia Sampah Visual Jaring 200 Reklame Ilegal

Kepala BPPKAD Solo, Yosca Herman Sudrajad (timlo.net/heru murdhani)

Solo — Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Solo memreteli 200 reklame liar di jalan-jalan protokol Solo, Rabu (30/8) malam. Ratusan reklame tersebut terjaring saat razia reklame liar yang diadakan bersama sejumlah perusahaan periklanan di Solo.

“Kita menyasar jalan-jalan protokol dan jalan-jalan yang menjadi pintu masuk kota,” kata Kasubbid pendaftaran dan pendataan Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Negara (BPPKAD) Surakarta, Hanggo, Kamis (31/8) pagi.

Ia merinci setidaknya ada 179 vertical banner, 1 spanduk, 15 umbul-umbul, dan 5 baliho yang berhasil diturunkan. Selain itu, ada sembilan papan reklame permanen ilegal yang diganjar stiker belum bayar pajak.

Sebelumnya diberitakan Kepala BPPKAD Solo Yosca Herman Sudrajad mengakui bahwa reklame liar masih merajalela di jalanan Kota Solo. Reklame-reklame ilegal itu menjadi sampah visual yang mengganggu keindahan kota. Apalagi kebanyakan reklame tersebut dipasang di tempat-tempat di luar peruntukannya.

Menurut herman, masalah reklame ilegal ini harus ditangani bersama mengingat dampaknya yang meluas. Apalagi banyak reklame liar yang dipasang di tempat-tempat terlarang seperti traffic light dan jalur hijau. Masing-masing merupakan wewenang Dinas Perhubungan dan Dinas Lingkungan Hidup.

“Makanya kita libatkan teman-teman dari dinas lain. Kita punya prestasi Wahana Tata Nugraha tujuh kali berturut-turut dan Adipura harus dijaga,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge