0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pedagang Kambing Kurban Ini Patut Dicontoh

Petugas Disnakkan Karanganyar memasang label layak kurban pada kambing yang dijual Agus (dok.timlo.net/raymond)

Karanganyar — Dua ekor kambing sengaja dikarantina oleh penjualnya, Agus Sutarsono. Dua kambing jenis lokal itu sakit sehingga tidak dicampur dengan puluhan kambing yang ditawarkannya di sebuah kandang wilayah Padangan, Jungke, Karanganyar Kota.

“Ada dua kambing yang saya sendirikan karena sakit. Matanya belekan dan merah. Setidaknya butuh waktu sebulan sembuh,” kata pria ini kepada Timlo.net, di sela Sidak petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Karanganyar, Rabu (30/8). 

Ia berprinsip lebih baik menunda penjualan dagangannya itu daripada dianggap menipu konsumen. Bisa saja ia menjual dua ekor kambing itu ke pembeli yang kurang paham dan lebih memilih mengambilnya karena harga murah. Namun, Agus mengatakan itu sama saja membohongi diri sendiri. 

“Jualan itu modal utamanya kejujuran. Saya sudah lama berdagang ternak dan pelanggan sudah banyak. Di sini juga menerima permintaan hewan kurban, daging untuk warung sate serta aqiqah,” katanya. 

Di lapaknya terdapat 70-an ekor kambing siap potong untuk Idul Adha. Harga termurah Rp 1,5 juta untuk jenis lokal dan Rp 5 juta jenis ettawa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge