0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mantan Manajer Persis Bakal Ajukan PK, Ini Tanggapan Korban

Waseso bebas sementara (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo – Terdakwa kasus pemalsuan tandatangan, Waseso akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) setelah hakim Mahkamah Agung (MA) menguatkan vonis hukuman tiga tahun penjara yang telah ditetapkan oleh Pengadilan Negeri (PN) Solo. Pengajuan PK yang dilakukan terdakwa lantaran berkeyakinan bahwa uang senilai Rp21,6 Miliar yang diambil dari tabungan bersama di Bank UOB Solo telah sesuai prosedur.

Wong itu harta suami istri kok dipersoalkan. Anak diakui milik bersama, tetapi harta kok miliknya sendiri-sendiri. Inikan aneh,” tandas Konsultan Hukum Waseso, Hengky Wicaksono SH saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (30/8) siang.

Dalam PK yang diajukan, kata Hengky, ada dua alasan yang mendasari. Diantaranya, hakim kilaf dan adanya bukti baru.

Terpisah, Roestina Dewi yang didampingi oleh konsultan hukumnya, Dimas Andi Wiryono mengapresiasi putusan Hakim MA, Artidjo Alkostar yang menguatkan vonis dari PN Solo yang mengakibatkan kerugian korban mencapai Rp 21,6 Miliar.

“Putusan ini mencerminkan rasa keadilan di mata hukum,” katanya.

Disinggung terkait PK yang akan dilakukan oleh pihak Waseso, Dimas Andi mengaku, yang bersangkutan boleh saja mengajukan PK. Namun, terdakwa (Waseso) harus menjalani eksekusi lebih dahulu berdasar putusan kasasi Mahkamah Agung.

“Kalau yang bersangkutan ingin PK saja silahkan, namun harus menjalani hukuman dulu,” kata mantan hakim Tipikor yang pensiun tahun 2013 tersebut.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge