0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awas! Ada Hewan Kurban Sakit Bercampur Sehat

Petugas memeriksa kesehatan hewan kurban (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Pembeli hewan kurban perlu jeli memilih kambing atau sapi berkualitas baik. Kualitasnya dapat dilihat dari fisik hewan kurban tersebut.

“Pertama lihat matanya, berlendir atau tidak. Lalu memastikan poel tidaknya dengan struktur gigi. Pastikan tidak ada cacat fisik. Hewan sakit akan terlihat lesu,” kata Kasi Keswan Disnakkan Karanganyar, Fathurrahman di sela pemeriksaan hewan kurban, Rabu (30/8).

Dalam pemeriksaan lapangan, petugas sering menemukan kambing dijual dalam kondisi tidak sehat. Hal itu diduga akibat cuaca dan efek penularan penyakit. Petugas mendapatinya bercampur dengan hewan sehat. Meski demikian, pengobatannya saat ini percuma.

“Kalau diobati sekarang, tidak akan berefek cepat. Bisa jadi dagingnya nanti malah terkontaminasi obat. Jadi, kita biarkan saja. Hanya saja, kami mengingatkan penjualnya tentang sakit yang diderita hewan itu,” katanya.

Secara umum, jenis penyakit seputar pink eye dan koreng. Di Karanganyar Disnakkan menerjunkan seluruh petugasnya memeriksa lapak dan pasar darurat penjualan ternak pada 28-31 Agustus. Sedangkan 1,2 dan 3 September bergeser pemeriksaan penyembelihan kurban.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge