0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Ciri-Ciri Hewan yang Digembalakan di Tempat Sampah

Sejumlah sapi saat digembalakan di area TPA Putri Cempo, Mojosongo, Jebres, Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Dinas Pertanian mengimbau kepada penjual hewan kurban untuk tidak menerima sapi yang digembalakan di tempat pembuangan sampah. Sebab, sapi-sapi ini dikhawatirkan mengandung logam berat, akibat mengkonsumsi sampah pada saat pemeliharaannya.

“Kita minta syarat minimal hewan ini dikarantina selama enam bulan. Jadi seharusnya kalau akan dijual pada kurban tahun ini, enam bulan yang lalu harus sudah dikarantina,” kata dia.

Selama karantina, hewan tersebut tidak boleh digembalakan di kawasan pembuangan sampah. Pemberian makanan pada hewan pun diawasi dengan takaran tertentu.

“Kita minta untuk diberikan hijauan pakan ternak, dan konsentrat. Artinya dikembalikan seperti semula kondisi makannya hewan seperti apa. Sehingga pada saat disembelih, kondisi makanan ternak sudah normal kembali.” kata Wenny.

Diterangkan bagi masyarakat yang ingin mengetahui ciri-ciri hewan yang digembalakan di sampah, bisa dilihat dari kotorannya. Biasanya kotoran hewan ini lebih busuk dari hewan yang normal. Selain itu warna kotoran juga lebih pekat dari hewan dalam kondisi normal.

“Bisa dilihat dari warna kotorannya, serta baunya bisanya lebih menyengat. Namun kalau untuk mengetahui kandungan logan berat tidak bisa secara kasat mata, harus diuji labotarorium,” kata dia.

Dirinya menjamin tidak ada hewan yang digembalakan di tempat sampah yang akan dijadikan hewan kurban. Karenanya dirinya beserta jajaran melakukan pengawasan secara ketat, terutama distribusi hewan dari luar Kota Solo.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge