0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dinas Pertanian Awasi Kesehatan Hewan Kurban

Kepala Dinas Pertanian Solo, Wenny Ekayanti (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Dinas Pertanian Kota Solo melakukan pengecekan kesehatan hewan, menjelang hari raya Idul Adha. Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan dalam keadaan sehat dan sesuai dengan syariat. Sebanyak 50 lokasi penjualan hewan diperiksa. Pemeriksaan dimulai pada Rabu (30/8) hingga pada hari H penyembelihan hewan kurban.

“Yang kita lakukan pemeriksaan untuk memastikan hewan yang akan dikurbankan terjamin kualitasnya, serta sesuai dengan syariat,” ungkap Kepala Dinas Pertanian Solo, Wenny Ekayanti, saat pemeriksaan kesehatan hewan yang dilakukan di lojasi penjualan hewan kurban MTA Mojosongo, Jebres, Solo, Rabu (30/8) siang.

Kepada sejumlah wartawan, Wenny mengatakan, pemeriksaan ini untuk memberikan jaminan rasa aman kepada calon pembeli hewan kurban, maupun calon penerima daging kurban. Pemeriksaan ini meliputi pemeriksaan kesehatan mulut dan gigi, suhu badan, serta perkiraan umur hewan kurban. Selain itu hewan kurban harus dilengkapi dengan surat keterangan sehat yang dikelurakan Dinas Pertanian.

“Kita lihat secara kesehatannya, harus sehat, gemuk, tidak cacat, tidak pincang, serta harus disertai dengan surat keterangan sehat dari dinas pertanian asal hewan kurban tersebut,” kata Wenny.

Lebih lanjut Wenny mengatakan, pihaknya telah memiliki data sejumlah pedagang hewan yang ada di Surakarta. Sejumlah pedagang hewan musiman juga akan diperiksa secara bertahap, setiap hari, hingga hari H pelaksanaan kurban. Tak berhenti sampai disitu, pihaknya juga akan melakukan pengawasan pada saat penyembelihan hewan kurban, di 500 ťitik di Kota Solo. Dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan hewan yang sakit dan tidak layak untuk dikurbankan.

“Kalau tempat penjualan-penjualan seperti ini dari tahun ketahun kami sudah miliki datanya, sekitar 50 titik penjualan. Sedangkan lokasi penyembelihan ada sekitar 500 titik yang kita awasi,” katanya.

Sementara penanggungjawab penjualan hewan kurban dari MTA, Muchson mengatakan bahwa pihaknya mendapatkan hewan kurban dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan luar jawa. Terutama dari wilayah Wonogiri, seperti Wuryantoro, Slogohimo, Jatisrono, Praci. Sedangkan kawasan luar jawa sapi berasal dari Sumbawa dan Bali.

“Sapi yang ada di lokasi ini kebanyakan berasal dari Wonogiri seperti Wuryantoro, Slogohimo, Jatisrono, Praci. Sedangkan yang lain dari luar Jawa, Bali,” katanya.

Dikatakan Muchson hewan kurban yang dimilikinya ada 190 kambing dan sapi dengan berbagai ukuran. Saat ini hewan kurban tersebut telah terjual hingga 90 persen. Pihaknya optimis hewan kurban tersebut akan habis terjual sebelum Hari Raya Idul Adha.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge