0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Busyro Ingin Direktur Penyidik KPK Dipecat

Busyro Muqoddas (merdeka.com)

Timlo.net – Kehadiran Direktur Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Brigjen Pol Aris Budiman pada rapat Pansus Angket KPK, Selasa (29/8) malam menuai reaksi. Mantan pimpinan KPK Muhammad Busyro Muqoddas menganggap pernyataan Aris menyebut Pansus Angket KPK tak menyalahi aturan konstitusi adalah sebuah bentuk pelanggaran dan penghinaan terhadap KPK.

“Kalau betul tidak dapat izin itu bentuk pelanggaran berat, sehingga harus segera diberi tindakan dan sanksi secepat-cepatnya oleh pimpinan KPK. Kembalikan dengan tidak hormat ke Mabes Polri,” kata Busyro, Rabu (30/8).

Menurutnya, pernyataan-pernyataan yang dikeluarkan Aris di Pansus KPK tadi malam harus diteliti oleh KPK, apakah ada pernyataan yang tidak benar, melanggar kode etik dan melampaui watas kewenangan. Jika ada Aris harus diberi sanksi tersendiri.

“Misalnya (sanksi tersendiri yang diberi) saya tidak tahu, itu berdasarkan hasil penelitian nanti,” katanya.

Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) ini mempertanyakan Aris datang atas izin siapa. Sebab, hasil pengecekan yang dilakukannya ke dalam KPK, Aris tak diberi izin untuk menghadiri undangan Pansus Angket.

Dia meminta pimpinan KPK juga fair segera menggelar jumpa pers apakah benar tidak memberi izin atau dari lima pimpinan KPK tersebut ada yang memberi izin kepada Aris.

“Cuma harus didetailkan enggak ada izin itu apakah pimpinan KPK lima orang itu sepakat tidak kasih izin, harus demikian harus lima pimpinan KPK sepakat, atau ada yang memberi izin dan ada yang diam atau tidak memberi izin, itu pimpinan juga harus fair. Pimpinan KPK itu simbol moral tertinggi KPK, jadi harus secepat-cepatnya lima orang itu dalam waktu dekat memberikan keterangan pers ke masyarakat luas tentang ada tidak izin itu diberikan,” katanya.

[dan]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge