0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Enam Kecamatan di Sragen Krisis Air Bersih

Dropping air bersih (dok.timlo.net/agung widodo)
Sragen — Sebanyak enam kecamatan di Kabupaten Sragen mengelami krisis air bersih pada musim kemarau tahun ini. Sementara Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtonegoro Sragen telah melakukan dropping air ke wilayah tersebut.
“Sudah ada enam kecamatan yang mengajukan permohonan dropping untuk mengatasi krisis air bersih,” kata Kabag Pelayanan PDAM Sragen, Sugimin, Selasa (29/8).
Dia menyampaikan, sejauh ini sudah 55 tangki air bersih didistribusikan ke sejumlah desa yang kekeringan. Enam kecamatan yang diketahui mengalami kekeringan itu antara lain Jenar, Tangen, Gesi, Mondokan, Sumberlawang dan Miri.
Menurutnya, dropping air bersih itu diberikan sesuai permintaan warga. Selama ini daerah tersebut memang menjadi langganan krisis air bersih saat musim kemarau datang.
Sugimin menjelaskan, mekanisme permintaan dropping air dilakukan berdasarkan usulan dari desa ke kecamatan dan Dinas Sosial (Dinsos). Pihaknya sendiri hanya berperan sebagai eksekusi dalam pendistribusiannya.
“Hampir setiap hari kami mengirim bantuan air bersih antara enam hingga tujuh tangki ke daerah yang kekeringan,” jelasnya.
Sebelumnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan, Pemkab Sragen tengah mencari solusi untuk mengatasi kekeringan yang terjadi setiap musim kemarau tiba. Dia meminta agar PDAM bisa membuat terobosan untuk mengatasi krisis air bersih daerah yang mengalami kekeringan, terutama di utara bengawan.
“Saya prihatin, semoga ada terobosan baru untuk mengatasi kekeringan di utara bengawan. Terutama PDAM harus bisa mencari solusi untuk atasi ini,” kata Yuni.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge