0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Wukuf, Jemaah Haji Mulai Bergerak ke Arafah

ilustrasi (merdeka.com)

Tmlo.net – Seluruh jemaah haji Indonesia mulai Rabu (30/8) atau 8 Zulhijjah 1438 H akan diberangkatkan dari Makkah menuju Arafah. Di Arafah, jemaah haji Indonesia akan melakukan wukuf pada Jumat (31/8) atau 9 Zulhijjah.

Pergerakan jemaah tidak hanya dari Makkah menuju Arafah. Setelah di Arafah, jemaah akan bergerak ke Muzdalifah dan Mina. Jemaah diimbau untuk naik bus yang telah disediakan dan jangan berjalan kaki agar tidak kelelahan.

Sebanyak 21 bus per maktab akan disiapkan membawa jemaah haji dari Makkah menuju Arafah dengan system taraddudi (shuttle).

“Transportasi untuk Makkah-Arafah akan disiapkan 21 bus per maktab. Kalau ada 70 maktab berarti total 1.470 bus. Bus ini akan bergerak dengan sistem taraddudi, berputar sebanyak tiga kali,” ujar Kasi Transportasi Daker Makkah Asep Subhana di Makkah, Sabtu (26/8) lalu.

Bus disiapkan oleh naqabah, Organda Saudi. Dengan berputar tiga kali, maka satu bus cukup diisi 40-45 orang. Sebab, satu maktab berjumlah sekitar 3.000 orang.

“Semua jemaah dipastikan akan mendapat tempat duduk. Jemaah agar bersabar karena mobil akan berputar sampai semua jemaah terbawa ke Arafah,” kata Asep.

Namun jumlah bus dibatasi hanya 21 per maktab karena jarak Makkah ke Arafah hanya 10 km. Sebab, jika bus terlalu banyak, maka akan terjadi kemacetan. Bus juga akan digunakan untuk membawa jemaah dari Arafah ke Muzdalifah. Di sana juga akan dikurangi lagi, hanya tujuh bus per maktab. Sebab, jarak Arafah-Muzdalifah lebih pendek, hanya 5 km.

“Bus ini akan berputar terus selama 6 jam, mulai jam 18.00-24.00 WAS , atau sampai jemaah habis terbawa semua ke Muzdalifah,” jelasnya.

Tahun ini pergerakan jemaah dari Makkah ke Arafah tidak lagi menggunakan sistem undian (qurah), tapi sistem lantai per lantai. Jemaah yang ada di lantai pertama akan berangkat lebih dahulu ke Arafah, dilanjutkan lantai berikutnya sampai habis.

Penempatan jemaah di Arafah juga akan menyesuaikan dengan sistem baru. Jemaah yang tinggal di lantai bawah hotel yang diberangkatkan kali pertama, akan ditempatkan di tenda paling belakang. Begitu seterusnya secara berurutan.

Petugas haji Indonesia juga akan melakukan penyisiran di hotel-hotel dan sudut-sudut kota Makkah untuk memastikan tidak ada jemaah yang tertinggal menuju Arafah.

“Jangan sampai ada jemaah yang tidak terangkut,” kata Menag Lukman Hakim Saifuddin.

[has]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge