0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sumur Kering, Warga Grabagan dan Brakbunder Krisis Air Bersih

Salah satu warga berusaha mencari air di sumur yang telah kering (timlo.net/agung widodo)

Sragen – Masyarakat di Dukuh Grabagan RT 09 dan Dukuh Brakbunder RT 10, Desa Katelan, Kecamatan Tangen mengalami krisis air bersih pada musim kemarau kali ini. Meski terdapat Pamsimas, namun tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih di dua dukuh yang dihuni sekitar 200 kepala keluarga (KK) tersebut.

“Sudah satu pekan lebih ini kami kesulitan air untuk kebutuhan rumah tangga. Sumur milik warga sudah pada mengering,” ujar Suparmi (48), warga Dukuh Brakbunder RT 10, Desa Katelan, Selasa (29/8).

Dia menuturkan, kondisi yang sama juga dialami tetangganya, di mana sumur-sumur sudah pada kering. Sedangkan untuk mendapatkan air bersih sebagai kebutuhan rumah tangga, sebagian warga mengambil dari Pamsimas. Tapi itu pun tidak mencukupi lantaran sudah tidak mengalir.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Sumarno (47), selama sepekan lebih keluarganya mengalami kesulitas air bersih. Untuk sekadar memasak dia terpaksa harus membeli air bersih dengan harga Rp 5.000 per jerigen.

Tokoh masyarakat Desa Katelan, Sri Wahono mengatakan, kelangkaan air bersih di Dukuh Grabagan RT 09 dan Brakbunder RT 10 sudah lama dirasakan warga setempat. Namun hingga kini belum ada dropping air bersih dari pemerintah.

Menurutnya, selain kedua dukuh tersebut, kelangkaan air bersih juga dialami warga di Desa Dukuh. Tapi Desa Dukuh telah mendapatkan bantuan air bersih dari Polres Sragen beberapa waktu lalu.

“Warga berharap Pemkap Sragen segera droping air bersih ke Dukuh Brakbunder dan Dukuh Grabagan. Warga sudah berupaya cari sumber buat belikan, namun hanya untuk mandi dan cuci saja,” kata Sri Wahono.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge