0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

UMS bakal Hasilkan Doktor ke-8

Fatkhul Muin, calon doktor ke 8 UMS (dok.timlo.net/tyo eka)

Sukoharjo — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bakal menghasilkan doktor ke delapan. Gelar doktor tersebut bakal diberikan kepada mahasiswa Program Doktor (S3) Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana UMS Fatkhul Muin, jika lolos ujian di Gedung Pascasarjana UMS, Rabu (30/8).

“Fatkhul akan mempertahankan disertasinya yang berjudul Pengaruh Sosial Ekonomi Umat Islam Terhadap Pembangunan Hukum Islam Indonesia,” ungkap Prof Absori SH MHum yang bertindak sebagai promotor yang juga Ketua Program Studi Doktor Ilmu Hukum Sekolah Pascasarjana UMS kepada Timlo.net, di Kampus UMS, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (29/8).

Absori mengatakan, promovendus Fatkhul Muin akan berhadapan dengan Dewan Penguji yang dipimpin Rektor UMS Dr Sofyan Anief MSi, dengan anggota Ketua Komisi Yudisial Prof Dr Aidul Fitriciada Azhari SH MH, Dr M Mu’inuddinilah MA, dan Prof. Abdul Gafur Anshori dan sebagainya.

Pada kesempatan itu, Fatkhul Muin mengemukakan, berdasarkan hasil penelitian bisa disimpulkan bahwa setting social-ekonomi umat Islam di Indonesia pada dasarnya dapat dianalisis dari sisi perkembangan umat Islam di Indonesia. Secara umum pemetaan kondisi social-ekonomi umat Islam di Indonesia dibagi dalam empat fase.

Pada periode pertama, sebelum kemerdekaan dan pasca kemerdekaan, adat dan nilai-nilai relegius berkembang pada masyarakat nusantara. Fase pertama ada pada masyarakat agraris. Fase periode kedua, terjadi pada Orde Lama, setting social umat Islam di Indonesia lebih kepada periode pembangunan ideologi Islam dengan basis infrastruktur pada masyarakat praindustri.

Periode ketiga, merupakan periode transisi yang terjadi pada masa Orde Baru. Konfigurasi sosial ekonomi umat Islam di Indonesia pada periode industr, terjadi transisi antara pembangunan ideologi Islam dan hukum Islam. Periode keempat, merupakan periode informasi/jasa sebagai infrastruktur Indonesia, dan dimulai pada tahun 1999.

Fatkhul berpendapat arah pembangunan hukum Islam di Indonesia pada saat ini dan akan datang berlandaskan pada basis ekonomi informasi/jasa serta tahap kesadaran umat kepada Ilmu (science). “Sehingga paradigm yang dibangun adalah paradigma teknokratik yang bersifat induktif terhadap arah pembangunan hukum Islam di Indonesia,” jelasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge