0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pemkab Wonogiri Adukan Wartawan ke Polisi, Ini Gara-Garanya

Wakapolres Wonogiri Kompol Wawan Purwanto didampingi Kasatreskrim AKP Muhamad Kariri (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Lantaran tidak nyaman dengan pemberitaan salah satu media, Pemkab Wonogiri wadul ke Polres setempat. Meski begitu, Polres Wonogiri belum mengambil tindakan, bahkan menyarankan agar Pemkab terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dewan Pers.
“Benar, rombongan Pemkab Wonogiri yang dipimpin Pak Sekda, mengadukan secara lisan berkaitan dengan pemberitaan disalah satu media online di Wonogiri, tapi harus digarisbawahi, ini baru sebatas aduan lisan, ya tepatnya konsultasi lah,” ungkap Wakapolres Wonogiri Kompol Wawan Purwanto didampingi Kasatreskrim AKP Muhamad Kariri, Selasa (29/8).
Wakapolres menyebut, aduan tersebut seputar pemberitaan di media online IW yang ditulis oleh salah satu oknum wartawan berinisial BS yang juga merupakan wartawan di salah satu koran cetak ternama di Jawa Tengah.
“Intinya, oknum wartawan itu sering memberitakan berita yang tidak pas. Pernah Pemkab memberikan hak jawab di medianya tapi tidak ada perbaikan dan itu masih berulang,” kata Wakapolres.
Disebutkan, salah satu pemberitaan yang dianggap tidak pas dan pernah dimuat di laman media online tersebut diantaranya terkait kasus penganiayaan seorang warga Wonogiri. Dimana nama korban ditulis hampir sama dengan salah satu nama pejabat penting di Wonogiri. Setelah dilakukan klarifikasi oleh jajaran Setda, ternyata nama asli korban berbeda dengan seperti yang tertulis di media tersebut. Ia juga menyebut, atas pemberitaan itu pula, pihak Pemkab pun memberikan hak jawab, namun tetap saja tidak ada perbaikan.
Terkait aduan Pemkab tersebut, kata Kompol Wawan, Polres Wonogiri menyarankan agar terlebih dahulu ditelusuri secara jelas dan dikaji ulang. Bahkan,pihaknya pun menyarankan agar Pemkab Wonogiri terlebih dahulu berkonsultasi dengan Dewan Pers, apakah pemberitaan tersebut sebuah produk pers atau bukan. Di sisi lain, agar diketahui pula terkait perijinan dan pendirian  media online serta status si penulis berita itu.
“Ya, istilahnya Pemkab ingin memberikan sanksi kepada oknum wartawan itu agar bisa instrospeksi diri dan dapat diketahui juga apakah media online itu resmi atau tidak, atau biar ada semacam pembinaan atau apa dari Dewan Pers,” tandasnya.
Terpisah, Sekda Wonogiri, Suharno saat dikonfirmasi Timlo.net terkait aduan tersebut, enggan berkomentar. Hal senada dilakukan Kabag Humas Pemkab Wonogiri, Haryanto yang memilih bungkam.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge