0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jelang Idul Adha, Operasional Truk Barang Dibatasi

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net – Kementerian Perhubungan membatasi operasional kendaraan angkutan barang jelang Idul Adha. Setidaknya ada tiga jenis kendaraan barang, yakni kendaraan bahan bangunan, kereta tempelan atau kereta gandengan, serta kendaraan kontainer, dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu tiga atau lebih.

Pembatasan dilakukan dalam rangka mendukung kelancaran arus lalu lintas pada saat libur panjang Hari Raya Idul Adha Tahun 2017 atau 1438 Hijriah.

“Sesuai Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat Tahun 2017, pembatasan kendaraan angkutan barang mulai berlaku pada tanggal 31 Agustus 2017 pukul 12.00 WIB sampai dengan 1 September 2017 pukul 12.00 WIB dan tanggal 3 September 2017 pukul 06.00 sampai dengan 23.59 WIB,” ujar Pelaksana tugas (Plt) Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Hengki Angkasawan di Jakarta, Selasa (29/8).

Hengki menjelaskan, larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang berlaku pada ruas jalan tol dan jalan nasional. Adapun jalan nasional yang termasuk area larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang adalah jalan nasional Gilimanuk-Denpasar, dan jalan nasional Surabaya-Jombang-Kertosono-Madiun-Surakarta.

“Ruas jalan yang diberlakukan aturan ini yaitu ruas jalan tol Jakarta-Cikampek-Brebes Timur, ruas jalan tol Jakarta-Purbaleunyi, ruas jalan tol Merak-Jakarta, ruas jalan tol Prof. Soediyatmo,” terang Hengki.

Aturan larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang tersebut tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM), Bahan Bakar Gas (BBG), ternak, bahan pokok (beras, gula pasir, terigu, minyak goreng, cabe merah, bawang merah, kacang tanah, kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan segar, dan telur), pupuk, susu murni, barang antaran pos dan barang (bahan Baku) ekspor/impor dari kawasan industri atau sebaliknya ke pelabuhan ekspor/impor.

Pengaturan arus lalu lintas dilakukan dengan manajemen dan rekayasa lalu lintas di antaranya pengendalian lalu lintas pada persimpangan, pengendalian lalu lintas pada ruas jalan dan pemasangan rambu lalu lintas, alat pemberi isyarat lalu lintas serta alat pengendali dan pengaman pengguna jalan sementara.

Hengki juga menambahkan, waktu pemberlakuan larangan pengoperasian kendaraan angkutan barang dapat dievaluasi berdasarkan pertimbangan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Apabila terjadi gangguan arus lalu lintas dan angkutan jalan, maka para Kepala Dinas Perhubungan sesuai lokasi masing-masing perlu segera mengambil langkah-langkah antisipasi dan proaktif berkoordinasi dengan aparat pemerintah yaitu Ditjen Perhubungan Darat dan Polri,” tambah Hengki.

Pembatasan operasional angkutan barang pada hari raya Idul Adha Tahun 2017 yang tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat Nomor : SE.17/AJ.201/DRJD 2017 pada tanggal 28 Agustus 2017 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pembatasan Operasional Pada Saat Libur Panjang Hari Raya Idul Adha 2017.

[idr]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge