0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Idul Adha, Jokowi Kirim Sapi Kurban Seberat 800 Kg ke NTT

Jokowi serahkan sapi korban (dok.timlo.net/gg)

Timlo.net — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya menyerahkan hewan kurban bantuan Presiden Joko Widodo kepada Panitia Hari Raya Besar Agama Islam (PHBI) setempat untuk selanjutnya disembelih dan dibagikan kepada jemaah yang membutuhkan.

“Presiden Joko Widodo membantu seekor hewan kurban jenis sapi untuk umat Islam di NTT yang merayakan Idul Adha 1438 Hijriah, 1 September 2017 dan telah pula diserahkan kepada panitia,” kata Kepala Sub Bagian Agama Islam, Budha dan Hindu Kemenag Kanwil NTT, Kamang Kopong di Kupang, Selasa (29/8) seperti dilansir Antara.

Kamang mengatakan, sapi bantuan presiden untuk perayaan Idul Adha 1437 Hijriah seberat 800 kg diserahkan gubernur ke panitia untuk selanjutnya diserahkan ke Masjid Kampung Solor untuk selanjutnya dibagikan kepada umat Islam yang berhak menerimanya.

“Penerimanya diarahkan agar yang sudah kebagian pada perayaan Idul Adha 1437 Hijriah untuk Idul Adha 1438 Hijriah dialihkan kepada umat Islam lain yang berhak menerimanya,” katanya.

Sebab menurut dia bantuan hewan kurban pada setiap peringatan Hari Raya Idul Adha merupakan bentuk perhatian dan kepedulian serta solidaritas pemerintah terhadap jemaah (masyarakat).

“Bantuan seperti sudah berlangsung setiap tahun oleh Pemerintah merupakan bentuk kepedulian pemerintah dan pembinaan terhadap umat beragama yang merayakannya di wilayah kepulauan ini,” katanya.

Pada Idul Adha 1437 Gubernur Lebu Raya, menyerahkan 15 ekor sapi untuk Idul Kurban ke Panitia Hari Besar Islam (PHBI) setempat, untuk selanjutnya disalurkan ke masyarakat di NTT.

“Bantuan ini juga sebagai salah satu upaya meningkatkan sikap toleransi dan kerukunan antarmasyarakat di wilayah ini yang memiliki latar belakang berbeda-beda tetapi memiliki persaudaraan yang erat dan tetap satu yakni Indonesia,” katanya.

Apalagi katanya kerjasama dalam kebersamaan pada berbagai kesempatan seperti hari-hari besar keagamaan agar terus dirajut dalam hidup berbangsa dan bermasyarakat, sehingga tercipta sikap saling toleransi untuk menggapai kerukunan dalam hidup beragama. [bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge