0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Mahasiswa KKN Unisri Ajari Labeling Penjual Jamu Gendong

Mahasiswa KKN Unisri ajari labeling penjual jamu gendong dan jenang (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Slamet Riyadi (Unisri) mengajari Labeling Penjual Jamu Gendong dan Jenang di Dukuh Geneng, Karangpandan, Karanganyar. Salah satu cara labeling disampaikan melalui workshop yang diikuti warga setempat.

“Penjual jamu gendong dan jenang di era digital bisa semakin sukses, menjadi pengusaha besar, bila kreatif dan inovatif. Sebab masyarakat modern condong mengkonsumsi produk herbal dan kembali ke makanan tradisional,” ungkap Thomas Galih dan Antyanta Wahyu, mahasiswa KKN Unisri saat menyampaikan alasan labeling kepada Timlo.net, di Kampus Unisri Solo, Selasa (29/8).

Di hadapan ibu-ibu penjual jamu gendong dan jenang, mahasiswa Unisri mengharapkan agar Dukuh Geneng yang sebagian warganya berprofesi sebagai penjual jamu dan jenang, bisa membranding dengan minuman herbal dan makanan tradisional, jamu dan jenang.

Salah satu caranya mendirikan kedai jamu dan jenang di pinggir jalan Karangpandan-Tawangmangu. Kedua menu tersebut pasti mampu menarik wisatawan untuk mencicipi. Karena mampu membuat seseorang menjadi lebih fit dan bugar.

“Setelah menikmati, pengunjung pasti  juga ingin membawa pulang jamu dan jenang untuk oleh-oleh khas Geneng. Bila kedua produk tadi dikemas dan dilebeli jamu Geneng seperti ini, dengan biaya relatif murah namun bisa menghasilkan keuntungan yang lebih besar, pasti  mereka rela memborong,” ungkapnya.

Galih mengatakan, Tim KKN juga menyerahkan Instagram “jamugeneng” untuk dikelola dan ditindaklanjuti Karangtaruna Dukuh Geneng guna mengenalkan dan mempromosikan Desa Geneng secara digital.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge