0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dana Desa Jatisawit Diduga Diselewengkan

GAKI menyerahkan dokumen proyek Dana Desa Jatisawit ke Kejari Karanganyar (timlo.net/raymond)

Karanganyar — LSM yang menamakan dirinya Gerakan Antikorupsi Indonesia (GAKI) melaporkan dugaan penyelewengan Dana Desa Jatisawit, Jatiyoso ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Senin (28/8). Dalam laporannya, GAKI menyoalkan pengadaan material proyek yang menyalahi rencana awal RAB.

“Kami ambil satu contoh di pembangunan talud pertanian Wates-Manggal. Di RAB disebutkan, memakai material pasir. Namun faktanya, malah tras. Kemudian memakai 165 sak semen dari seharusnya 482 sak,” kata Ketua Umum GAKI, Didik Rusdiyanto kepada awak media di Karanganyar usai menyerahkan laporannya di kantor Kejari.

Menurutnya, hal itu jelas-jelas menyalahi prosedur. Selain itu, diduga terjadi praktik korupsi yang diindikasi selisih harga material. Satu truk pasir Rp 1,6 juta sedangkan satu truk tras hanya Rp 800 Ribu saja. Pemakaian material tak sesuai spesifikasi di RAB menyebabkan bangunan talud tidak awet.

“Ada buktinya. Taludnya sudah hancur di beberapa sisi. Kami sudah ke lokasi mengumpulkan data dan bukti foto. Ada jalan yang seharusnya pasir batu juga diuruk tras,” katanya.

Ia menduga penyelewengan Dana Desa di tahun anggaran 2017 itu juga terjadi di 2016. Oleh karena itu ia meminta aparat penegak hukum Kejari Karanganyar mengusutnya.

“Kalau mental di sini, akan dilaporkan ke Kejati dan Kejakgung. Sebab kasus ini benar-benar menyakiti warga Jatisawit,” katanya.

Ia menuding kades dan tim pengelola kegiatan (TPK) di Desa Jatisawit bertanggung jawab atas praktik curang itu.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge