0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

’Obat Kutu Rambut’ yang Renggut Dua Nyawa Ternyata Pestisida Berbahaya

Ilustrasi Keracunan (merdeka.com)

Boyolali — Kejadian yang menimpa ibu dan tiga anaknya warga Tegalombo, Kiringan, Boyolali, menjadi pelajaran bagi siapa saja untuk tidak sembarangan menggunakan obat-obatan. Pasalnya, pestisida yang digunakan untuk mengobati kutu di kepala menjadi penyebab keracunan ibu dan tiga anaknya.

“Racun masuk kemungkinan terhirup dan melalui kulit yang luka, kita sudah lakukan penyelidikan Epidemiologi,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Boyolali, Sherly Jeanne Kilapong, Senin (28/8).

Dijelaskan, melihat gejala keracunan yang dialami korban, obat pestisida diazinon masuk ke tubuh korban melalui kulit yang luka dan terhirup. Obat pestisida yang digunakan untuk mengobati kutu rambut sangat beracun dan bukan diperuntukkan mengobati kutu rambut.

“Kena sedikit saja harus dicuci bersih, apalagi sampai dioleskan, sangat berbahaya,” tambahnya.

Pihaknya berharap kasus yang menimpa keluarga Suhardi tidak terulang kembali di masyarakat. Untuk mengobati kutu rambut sebetulnya sangat mudah dan tidak perlu menggunakan obat-obatan. Cukup dengan keramas setiap hari dan dibantu menggunakan sisir, kutu akan hilang.

“Kita himbau masyarakat jangan gegabah menggunakan obat-obatan yang bukan semestinya,” himbaunya.

Sebelumnya, ibu dan tiga anaknya, Akhir Rutiyani (35) dan tiga anaknya. Yakni, Klarissa (12), Qaulan Shakila (9) dan Khamilla (4,5 tahun), warga Dukuh Tegal Ombo, Desa Kiringan, Kecamatan Boyolali Kota, keracunan setelah mengoleskan pestisida untuk obat kutu di kepala. Qaulan Shakila dan Khamila, akhirnya meninggal dunia dalam perawatan di rumah sakit, Sabtu (26/8/2017). Sedangkan sang ibu Akhir Rutiyani dan Klarissa masih dirawat di RSUD Pandanarang, Boyolali.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge