0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembeli Hewan Kurban di Pasar Nglangon Turun, Ini Penyebabnya

Pasar Hewan Nglangon, Sragen (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Jumlah pembeli hewan untuk kurban di Pasar Hewan Nglangon, Sragen cenderung menurun dibanding tahun sebelumnya. Pasalnya para pembeli hewn khusus untuk kurban, baik yang dengan sistem patungan atau mandiri biasanya lebih suka membeli secara langsung di rumah peternak atau pedagang sapi.

“Sebab gini sekarang banyak orang yang cari langsung ke peternak, di rumah pedagang, baik yang patungan atau sendiri,” kata Lurah Pasar Hewan Nglangon, Sutaryo, belum lama ini.

Sutaryo menyampaikan, para pembeli hewan kurban mempunyai beberapa alasan kalau membeli dari rumah pedagang. Diantaranya membeli langsung di rumah pedagang dinilai lebih untung lantaran bisa menghemat biaya perawatan. Jadi pembeli tidak perlu repot memelihara hewan kurban hingga hari pemotongan.

Selain itu kalau membeli di rumah pedagang, hewan kurban bisa diantar ke alamat pembeli pada saat pemotongan.

“Tapi ada juga yang beli di pasar, ditipkan atau dipelihara sendiri,” terangnya.

Sementara salah satu pedagang sapi di Pasar Nglangon, Sugiman (52), warga Dukuh Kwayon RT 18 Desa Jambanan, Kecamatan Sidoharjo mengakui, jumlah pembeli hewan kurban pada musim haji tahun ini memang menurun. Menurutnya, kondisi ekonomi tahun ini agak sulit dibanding tahun lalu, sehingga minat orang utuk berkurban sapi juga ikut turun.

“Kalau tahun kemarin kebetulan hasil panen juga bagus, kalau sekarang memang ekonomi agak sulit,” ujar Sugiman.

Sugiman menyampaikan, dirinya ke Pasar Nglangon dengan membawa 10 ekor sapi. Namun hingga pasar bubar, hanya laku tiga ekor sapi. Dia menjual satu ekor sapi mulai harga Rp 20 juta hingga Rp 22,5 juta per ekornya. Jika dibanding tahun sebelumnya, terjadi kenaikan harga sapi antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge