0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kasus Asusila Marak di Jateng, Ini yang Dilakukan Kapolda

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Kasus asusila di Jawa Tengah (Jateng) beberapa tahun belakangan mulai marak. Kasus-kasus tersebut rata-rata melibatkan anak dan perempuan.Takurung,tingginya angka kasus itu, Jateng pun mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat.
“Soal data pastinya kita buka catatan dulu namun yang pasti Jateng akan dijadikan pilot proyek oleh Kemenetrian PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) dimana dalam penanganan kasus asusila yang melibatkan anak dan perempuan,” ungkap Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono saat kunjungan kerjanya di Polres Wonogiri, Senin (28/8).
Jenderal bintang dua ini pun menyebut, dalam penanganan perkara asusila di Jateng, pihaknya pun telah mengambil tindakan cepat. Di antaranya melakukan koordinasi dengan instansi lain, seperti Kejaksaan dan Pengadilan.
“Maka untuk efek jera bagi pelaku kejahatan asusila. Proses peradilannya dipercepat dan ganjarannya hukuman berat,” kata Kapolda.
Kapolda pun berharap agar semua elemen turut serta dan bersinergi dengan pemerintah dalam menyikapi maraknya kasus asusila di Jateng ini. Maka lanjut dia,dibutuhkan kepedulian orang tua dalam menyikapi persoalan asusila yang menjadi fenomena beberapa tahun  belakangan. Orang tua dituntut lebih meningkatkan tindakan preentif. Selain itu, kegiatan yang bersifat positif perlj ditekankan kepada anak- anak. Kapolda pun menyebut, program Pocil (Polisi Cilik), diharapkan mampu mengurangi angka kasus asusila.
“Sedang dari jajaran kita, akan terus melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah. Orang tua pun dituntut untuk lebih peka,contohnya ketika anak pergi dari rumah, ya harus cepet- cepet bertindak. Dan saya rasa pemerintah setempat khususnya sekolah dan Dinas P dan K juga harus merespon dengan lebih aktif dan cepat ketika mendapatkan indikasi-indikasi kasus seperti itu,” jelasnya.
Dalam penanganan kasus asusila, imbuh Kapolda, khususnya Polres Wonogiri agar lebih meningkatkan pelayanan konseling psikologis dan kejiwaan. Baik untuk korban atau pun pelaku. Di lain sisi, perlu juga adanya sinergitas dengan psikolog dan ahli kejiwaan di kabupaten setempat.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge