0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

600 Rumah Tergusur Jalur KA Bandara, Ini Skenario Pemkot

Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo (dok.timlo.net/red)

Solo — Pembangunan jalur kereta api penghubung Stasiun Balapan dengan Bandara Adi Sumarmo dipastikan menggusur lebih dari 600 rumah warga Solo. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menyiapkan dua skenario untuk menyelesaikan masalah tersebut.

“Kita tidak akan menggusur begitu saja. Tetap ada pertimbangan kemanusiaan,” kata Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, Senin (28/8).

Berdasarkan pendataan yang dilakukan Pemkot, ada 594 hunian di sepanjang jalur kereta eksisting yang harus direlokasi. Selain itu, masih ada 99 bidang lahan hak milik yang akan dilewati jalur kereta yang akan dibangun.

Untuk hunian berstatus Hak Milik (HM), Pemerintah akan melakukan pembebasan lahan dengan cara membeli tanah sekaligus bangunan di atas lahan. Dalam hal ini, Pemkot Solo berperan membantu sosialisasi kepada warga terdampak pembangunan.

“Anggaran sepenuhnya dari kementerian. Kita hanya membantu sosialisasi saja,” kata Rudy, sapaan akrab Walikota Solo.

Sementara untuk hunian liar di sepanjang rel kereta yang sudah ada, Pemkot akan menggunakan skema relokasi sebagaimana dilakukan kepada warga bantaran sungai. Relokasi, menurut Rudy, lebih murah dan mudah daripada membangun Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) untuk warga yang tergusur.

“Saya sudah buktikan. Warga bantaran sungai lebih memilih dibelikan tanah dan rumah daripada dipindan ke rusun,” jelasnya.

Untuk merelokasi hunian di sepanjang bantaran rel kereta, Pemkot akan segera membentuk Kelompok Kerja (Pokja) beranggotakan warga terdampak. Pokja nantinya bertugas mencari tanah sekaligus membangun kompleks hunian yang akan ditempati warga setelah rumahnya di bantaran rel dibongkar.

“Untuk tanah HM, nanti urusannya langsung dengan Kementerian Perhubungan,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge