0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Evaluasi 2,5 Tahun Revolusi Mental, Semua Lini Belum Maksimal

Ketua Panitia Pusat Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental, Soedarmo (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Gerakan Revolusi Mental diakui belum berjalan maksimal. Meski sudah 2,5 tahun berjalan, dampak gerakan yang diawali Presiden sejak 2015 itu belum terasa nyata bagi publik.

“Hampir semua lini belum maksimal,” kata Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri selaku Ketua Panitia Pusat, Soedarmo, Minggu (27/8).

Gerakan Revolusi Mental memang tidak sepenuhnya mandek. Namun selama ini gerakan tersebut lebih banyak berkutat pada jargon-jargon saja. Masih banyak masyarakat yang belum merasakan dampak nyata dari gerakan yang dimulai sejak 2015 lalu ini. Hal ini terbukti dengan masih tingginya pelanggaran di masyarakat, termasuk korupsi di birokrasi.

Salah satu kendala terberat bagi gerakan ini, menurut Soedarmo, adalah kemampuan individu untuk berubah. Meski peraturan dan pengawasan diperketat, kesuksesan revolusi mental akhirnya tergantung kepada individu.

“Masih banyak birokrat yang merasa sebagai pejabat. Padahal sebenarnya mereka itu pelayan. Artinya mereka belum punya mental melayani,” kata dia.

Sejak Jumat (25/8) kemarin, enam kementerian bersama-sama menggelar Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental. Hasil dari kegiatan tiga hari di Solo itu diharapkan dapat memberi gambaran yang lebih jelas mengenai arahan dan implementasi gerakan revolusi mental. Dengan demikian, pejabat maupun masyarakat bisa lebih mudah menjalankan gerakan itu.

“Kita berharap kepada seluruh komponen bangsa bisa merujuk, mempedomani penjabaran yang dihasilkan dari rembug nasional ini,” kata dia.

Ditanya mengenai penerapan gerakan revolusi mental di Solo, Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengklaim Pemerintah Kota Solo sudah menjalankannya bahkan sejak gerakan itu belum diluncurkan secara nasional.

“Solo punya lima mantap. Mantap Kejujuran, Mantap Kedisiplinan, Mantap Pelayanan, Mantap Organisasi, dan Mantap Gotong Royong. Itu wujud revolusi mental di Pemkot Solo,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge