0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental Kedua Harus Lebih Aplikatif

Ketua Panitia Pusat Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental, Soedarmo (timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Pelaksanaan Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental di Solo dinilai sukses oleh Ketua Panitia Pusat. Kendati demikian, panitia mengakui masih banyak yang harus dievaluasi dari kegiatan yang pertama kali diadakan itu. Tak hanya secara teknis, konsep acara pun perlu dibenahi agar mendapatkan hasil lebih baik.

“Ke depan kita akan konsepkan lebih aplikatif. Tidak sekadar seremonial saja,” kata Ketua Panitia Pusat Pekan Kerja Nyata Revolusi Mental, Soedarmo usai penutupan, Minggu (27/8).

Pria yang juga menjabat sebagai Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri itu menerangkan, kegiatan serupa akan kembali digelar di Manado, Sulawesi Utara tahun 2018 mendatang. Pada kegiatan tersebut, panitia akan lebih banyak melibatkan masyarkat.

Pada pelaksanaan yang pertama, peserta kegiatan didominasi personel yang masih berhubungan langsung dengan pemerintah. Aparatur Sipil Negara (ASN), kepala daerah, maupun pewakilan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hanya sejumlah lembaga sosial masyarkat saja yang terlibat rembug nasional. Keterlibatan masyarakat umum masih sebatas sebagai pendukung acara. Menjadi peserta kirab budaya misalnya. Atau menyediakan konsumsi peserta.

“Padahal gerakan revolusi mental ini tidak hanya untuk birokrasi, pemerintah, ataupun lembaga. Tapi untuk seluruh elemen masyarakat. Nanti kita diskusikan lagi bagaimana pelaksanaanny agar lebih aplikatif,” kata dia.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge