0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Modus Curang Penggunaan Air Timbulkan Kecemburuan

Waduk Tirtomarto Delingan mulai kering (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Penyudetan saluran irigasi diduga modus mencurangi jatah air pertanian dari hulu ke hilir. Praktik itu ditemukan di saluran bersumber Waduk Tirtomarto Delingan ke tiga Daerah Irigasi (DI).

“Yah, namanya orang banyak. Perilakunya juga berlainan. Padahal sudah dijatah airnya, tapi ada saja oknum petani memasang sudetan,” kata Petugas O&P Waduk Tirtomarto Delingan dari Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS), Ganjar Janadi, Minggu (27/8).

Ia menemukan praktik itu di DI Gedong area Tegari. Oknum membelokkan saluran dengan tong agar air ke kebunnya lebih banyak. Hal itu menimbulkan kesenjangan, terutama bagi penerima jatah air di hilir. Penting diketahui, Waduk Delingan menyalurkan air ke tiga daerah irigasi (DI) yaitu Jetu, Jirak, Gedong dan ke PG Tasikmadu.

“Semua telah dirancang di Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di tiga DI untuk kebutuhan air padi, palawija dan tebu. Ditambah kebutuhan PG Tasikmadu pada musim giling 150 liter per detik,” katanya.

Kebutuhan di Jetu untuk pertanian di 171 hektare, Jirak 171 hektare dan Gedong 45 hektare.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge