0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Malam-Malam Pikul Tandon Air, Ternyata Maling

Timlo.net — JL (35), warga Kota Bontang, Kalimantan Timur, merasakan dinginnya lantai penjara polisi. Gara-garanya, dia diduga mencuri empat tandon air dari sebuah gudang di toko bangunan di Bontang.

JL dibekuk polisi, di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (23/8) lalu sore lalu, di rumah kontrakannya. Pagi hari sebelumnya, keberadaannya terendus polisi, setelah tandon air di gudang toko bangunan dilaporkan hilang pada 19 Agustus 2017 lalu.

“Terduga pelaku ditangkap di Sangatta,” kata Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Sabtu (26/8).

“Dalam laporan pemilik toko, ada lima tandon yang hilang. Masing-masing berkapasitas 1.200 liter. Selain itu, juga dilaporkan hilangnya pipa paralon di gudang yang sama,” ujar Ade.

Dari hasil olah TKP, dan kesaksian warga sekitar yang melihat pria memikul tandon, polisi bergegas melakukan penyelidikan.

“Ada warga yang melihat pelaku tengah memikul tandon malam-malam. Polres Bontang melakukan penyelidikan, dan mengarah ke JL. Rumah JL di Bontang didatangi, ternyata dia tidak tinggal di situ lagi. Terus diselidiki, ternyata pelaku sudah pindah ke Sangatta. Keberadaannya akhirnya diketahui,” ungkap Ade.

Dalam pemeriksaan, dia mengaku tidak mau sendirian mendekam di penjara. Disebutkan, ada enam temannya yang turut terlibat dalam aksinya, yang akhirnya juga diciduk kepolisian.

“Dia memang nekat, karena tandon yang dia curi, dibawa dengan memanjat tembok gudang. Kemudian dia pikul. Masih dari keterangannya, ada empat tandon yang dicuri, dijual lagi ratusan ribu rupiah, ke penadah di Bontang. Uangnya buat foya-foya,” jelas Ade.

Ketujuh orang pelaku, kini mendekam di sel penjara. Penyidik menjeratnya dengan pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman 7 tahun penjara.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge