0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Ditipu First Travel, Pengusaha Arab Ini Mengaku Terlalu Percaya

(merdeka.com)

Timlo.net – Pemilik biro perjalanan umrah First Travel, Andhika Surachman dilaporkan ke Bareskrim atas dugaan penggelapan dana pembayaran jasa hotel di Arab Saudi. Pelapor yang juga seorang pengusaha Hotel Dyar Al Manasik, Ahmad Saber, menceritakan pada mulanya dia percaya dengan First Travel mampu membayar hutang sebesar Rp 24 miliar yang tak dibayar mulai dari Mei 2017.

Oleh Karena itu, Saber tak ingin terburu-buru datang ke Indonesia untuk menagih utangnya itu secara langsung kepada bos First Travel.

“Saya terlalu percaya kepada mereka, ternyata ini kesalahan besar saya karena terlalu percaya,” kata Saber di kantor Bareskrim Polri, Jumat (25/8).

Saber sempat diyakinkan pihak First Travel dengan berjanji untuk membayarnya, dan janji itu diutarakan sebelum para bos First Travel diciduk oleh polisi. Maka dari itu, alasan Saber saat itu belum menagih secara langsung ke First Travel.

“Sebelumnya First Travel juga janji akan membayar sebelum (para bosnya) ditangkap, dia janji-janji manis ternyata tertangkap,” ujarnya.

Dyar Al Manasik sendiri sudah melakukan bisnis dengan First Travel sejak 2015 silam. Al Manasik, menjadi pihak yang menyediakan tempat penginapan para jamaah umrah First Travel yang sedang lakukan ibadah umrah.

Mulanya, First Travel membayar penginapan itu berjalan lancar. Namun, memasuki bulan Mei 2017, tiba-tiba saja First Travel mulai tidak membayar penginapan itu.

“Total hutang 6,8 juta Real atau jika dirupiahkan hampir Rp 25 M,” jelas dia.

Karena tak dibayar-bayar sampe polisi menciduk bos First Travel, akhirnya Saber datang ke Indonesia. Hal itu untuk melaporkan First Travel (Andhika Surachman) ke Bareskrim Polri.

Oleh karena itu, pada hari Jumat (25/8) sore, Saber langsung membuat laporan dengan terlapor Andhika Surachman dengan Nomor : TBL/572/VIII/2017/Bareskrim.

Saber melaporkan Direktur Utama First Travel, Andika Surachman dengan pidana Penipuan dan Penggelapan sebagaimana diatur dalam Pasal 378 KUHP dan 372 KUHP.

[ded]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge