0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

Kisah Menteri Agama Nunggu Bus di Halte Masjidil Haram

Menteri Lukman Hakim Saifuddin bersama jamaah haji dari Indonesia (merdeka.com)

Timlo.net – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin naik angkutan bus Shalawat dari Masjidil Haram ke Kantor Urusan Haji Indonesia Daker Makkah. Di tengah panas terik dan suhu 43 derajat celsius, Menag menunggu bus di Terminal Syib Amir, Jumat (25/8) bersama jamaah dari Indonesia.

Sambil menunggu bus, Menag menyapa dan menyalami jamaah. Setelah menunggu beberapa menit, bus Shalawat akhirnya tiba. Menag kemudian naik bus bergabung dengan jemaah lain menuju pemondokan.

Sebelum naik bus, Menag di depan para jemaah dan awak media menjelaskan bawah pada 27 Agustus 2017 atau 5 Zulhijjah 1438 Hijriah seluruh layanan bus Shalawat akan dihentikan sementara. Bus akan kembali beroperasi pada 5 September 2017.

Bus Shalawat saat ini difungsikan untuk mengangkut jemaah haji menuju Masjidil Haram. Layanan akan dihentikan sementara karena Kota Makkah semakin padat jelang puncak haji. Bus shalawat akan ditarik oleh naqabah (organda Saudi) untuk persiapan angkutan Armina.

“Menjelang wukuf agar jemaah senantiasa menjaga kesehatan masing-masing. Seluruh bus shalawat pada 27 Agustus akan dihentikan,” kata Menag.

Karena layanan bus sementara dihentikan, Menag mengimbau agar jemaah tidak memaksakan diri salat lima waktu di Masjidil Haram. Sebab, jika berjalan kaki dari lokasi pemondokan menuju Masjidil Haram cukup jauh.

“Mohon tidak memaksakan diri menuju Masjidil Haram, melakukan umrah sunah. Lebih baik persiapan dan jaga kesehatan menjelang wukuf di Arafah,” ujarnya.

Jemaah bisa salat lima waktu di tempat hotel masing-masing untuk sementara waktu. Sedangkan angkutan shalawat akan mulai beroperasi kembali pasca puncak haji, tepatnya mulai 5 September 2017 atau 14 Zulhijjah 1438 Hijriah.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge