0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Geledah Rumah Dirjen Hubla, KPK Temukan Ini

Antonius Tonny Budiono (merdeka.com)

Timlo.net – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus tindak pidana suap yang dilakukan Direktur Jenderal Perhubungan Laut di Kementerian Perhubungan, Antonius Tonny Budiono. KPK menggeledah empat lokasi terkait kasus tersebut.

“Dari empat lokasi telah digeledah penyidik menyita sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik,” ujar juru bicara KPK, Febri Diansyah, Jumat (25/8).

Empat lokasi yang digeledah penyidik antara lain ruang kerja Dirjen Hubla di gedung Karsa Kementerian Perhubungan, rumah dinas Tonny di Gunung Sahari, apartemen komisaris PT Adhiguna Keruktama Adiputra Kurniawan termasuk kantornya.

“Kantor PT AGK dk daerah Sunter, Jakarta Utara dan apartemen kediaman tersangka APK di daerah Kemayoran, Jakarta Pusat, juga digeledah,” tukasnya.

Seperti diketahui, Tony ditangkap oleh tim satgas KPK Kamis (24/8) di rumah dinasnya di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, setelah ada indikasi tindak pidana penerimaan suap oleh komisaris PT Adhiguna Keruktama, Adiputra Kurniawan.

Penerimaan suap dilakukan terkait pengerjaan pengerukan di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang. Dalam penangkapan tersebut, tim juga mengamankan beberapa orang, 33 tas ransel berisi uang dan empat kartu ATM.

Tony diduga menerima suap lebih dari Rp 20.000.000.000. Wakil ketua KPK, Basaria Pandjaitan merinci 18,9 miliar pecahan mata uang rupiah, dolar Amerika, ringgit Malaysia, euro, dan poundsterling. Pada kartu ATM, berisi saldo Rp 1,174 miliar.

“Jadi totalnya sekitar Rp 20,74 miliar,” kata Basaria.

Akibat perbuatannya, Tonny disangkakan telah melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf b Nomor 31 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi.

[bal]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge