0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cerita Menteri Amran Usai Dipanggil Jokowi di Istana

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengecek kondisi gudang bulog Karanganyar di Triyagan, Mojolaban, Sukoharjo (Raymond)

Timlo.net – Menteri Pertanian Amran Sulaiman dipanggil menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (25/8). Amran mengaku ditanya Presiden terkait sejumlah persoalan. Salah satunya mengenai produksi jagung.

“Beliau (Presiden) tanyakan tentang jagung, bagaimana jagung sekarang. Syukur Alhamdulillah sampai dengan Agustus, sampai dengan hari ini tidak ada impor,” kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (25/8).

Selain jagung, Amran menjelaskan Presiden juga menanyakan soal bawang. Kepada Presiden, dia menjelaskan, saat ini tengah melakukan ekspor ke Thailand.

“2017 kita ekspor ke yang dulunya kita impor dari Thailand, sekarang kita ekspor ke Thailand 5.600 ton,” ujarnya.

Selain itu, Amran menjelaskan turut pula ditanya soal perkembangan stok beras di Tanah Air. Dia mengatakan, sampai 2-3 bulan ke depan, stok beras akan aman.

“Kemudian juga masalah hama, ini yang selalu perlu kami jelaskan kepada publik. Kami sudah meminta laporan ke 17 provinsi penghasil padi seluruh indonesia. Berapa serangan hama lereng yang ada. Itu totalnya 67 ribu hektare. 67 ribu hektare kalau dibandingkan luas tanah 13 juta hektare itu kurang lebih 0,4 persen,” ungkap dia.

Presiden juga menanyakan soal Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan menetapkan HET untuk beras medium sebesar Rp9.450 per kg dan beras premium sebesar Rp 12.800 per kg.

Ketentuan ini akan diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan yang akan segera ditandatangani dan akan mulai diberlakukan pada 1 September mendatang.

“Kalau ini kita jaga Insya Allah tidak ada lagi nanti gejolak harga yang menjadi tanggungan setiap lebaran atau tahun baru. Karena sudah ada HET, harga eceran tertinggi. Sama kita saksikan, kita nikmati bersama di saat bulan suci Ramadan, yang lalu dengan idul fitri ini KPPU mengatakan bahwa inilah harga yang terbaik selama 10 tahun terakhir. Kita harus jaga ini, bahkan mimpi kita nanti jauh lebih baik, jauh lebih sempurna Ramadan berikutnya, idul fitri berikutnya.”

[sau]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge