0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Diduga Dianiaya Sipir, Seorang Napi Babak Belur

ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — Seorang narapidana berinisial RM (33) diduga menjadi korban penganiayaan sipir Rumah Tahanan (Rutan) Klas I Pakjo Palembang. Pemicunya karena korban terlibat keributan sesama napi.

Tak terima suaminya dianiaya di dalam penjara, Ratih (41), warga KM 12 Palembang melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (25/8). Dia mengaku mengetahui penganiayaan itu dari kerabat yang membesuk suaminya.

Penganiayaan itu terjadi ketika suaminya masih berada di ruang isolasi Rutan Klas I Pakjo Palembang beberapa hari lalu. Korban dihukum selama tiga hari di ruang itu dan dipukuli petugas sipir hingga babak belur.

“Pelakunya sipir, wajah sama badan suami saya memar semua,” ujarnya.

Dari kabar yang diterimanya, penganiayaan itu karena korban terlibat keributan dengan sesama napi. Hanya saja, hanya korban disanksi hukuman fisik oleh pelaku.

“Kami tidak terima, hanya gara-gara ribut sesama napi suami saya dianiaya petugas. Mestinya dipisahkan atau diselesaikan baik-baik, kelakuan sipir kelewatan batas,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Yon Edi Winara mengatakan, laporan telah diterima dan segera ditindaklanjuti.

“Terlapor dan saksi akan kita panggil. Sejauh mana keterlibatan sipir menunggu pemeriksaan,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Rutan Klas I Pakjo Palembang, Hensa mengaku belum mendapat laporan penganiayaan yang diduga dilakukan anak buahnya. Meski demikian, pihaknya akan membentuk tim intern untuk menyelidiki laporan ini.

“Belum tahu ada laporan begitu. Tapi nanti kita bentuk tim, biasanya tiga hari ke depan baru ada hasilnya, kit tunggu saja,” ucapnya.

[noe]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge