0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

FMIPA UNS Gelar Simposium Biokonversi

FMIPA UNS Gelar Simposium Biokonversi (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Program Studi Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Fist Symposium on Bioconversion dengan tema Biokonversi Sumber Daya Alam Nabati untuk Menopang Kemandirian Bangsa. Simposium diselengarakan, di Ruang Indraprasta UNS Inn Surakarta.

“Kami berharap, simposium ini menjadi wadah menjalin kerjasama baik dari pihak pemerintah, industri, peneliti dan akademisi untuk menggali ide-ide visioner terkait usaha optimalisasi sumber daya alam nabati Indonesia.” ujar Wakil Dekan Bidang Akademik Dr Desi Suci Handayani mewakili Dekan FMIPA UNS.

Bertindak sebagai pembicara utama pada simposium adalah Prof Dr Selahattin Yilmaz dari Izmir Institue of Technology, Izmir, Turkey dan Prof Arief Budiman dari Universitas Gajah Mada.

Pada kesempatan itu, Prof Arief Budiman mengemukakan, semakin terbatasnya sumber daya alam tidak terbarukan dan berbagai isu lingkungan menyebabkan konsep pegembangan kawasan beralih ke ekonomi berbasis hayati (biobased economy). Konsep ini membutuhkan sumber biomassa dalam jumlah besar yang bisa memunculkan dampak lingkungan seperti berkurangnya hutan, terganggunya biodiversity dan menurunnya produktivitas tanah.

Untuk menanggulangi efek negative tersebut, Arief memberikan alternative pemanfaatan mikroalga. Mikroalga adalah organisme mikroskopis berukuran 1-50 µm yang dapat berfotosintesis menggunakan energi cahaya dan air untuk menghasilkan biomassa dari CO2 dalam lingkungan air tawar atau laut. Keunggulan unik dari mikroalga ada pada reproduksinya yang sangat cepat.

“Mikroalga memilki banyak keunggulan jika digunakan untuk menghasilkan minyak sebagai bahan baku biodiesel disamping juga bisa menghasilkan biojetful, bioethanol dan biogas,” jelasnya.

Indonesia sebagai negara dengan garis pantai terpanjang kedua sedunia serta hamparan sinar matahari yang menyinari sepanjan tahun, menurut Prof Arief, mempunyai potensi besar untuk mengembangkan mikroalga berbasis biorefinery (konsep terintegrasi pemanfaatan biomassa). Meski banyak tantangan yang dihadapi jika ide dan konsep ini dipalikasikan, namun kita harus optimis bahwa 20 atau 30 tahun mendatang, minyak dari mikroalga akan mejadi primadona dunia.

Simposium juga menghadirkan pembicara lain diantaranya Dr Eng Yessi Permana (Kimia ITB), Dr rer nat Wirawan Ciptonugroho  (TU Dortmund, Teknik Kimia UNS), Dr rer nat Witri Wahyu Lestari (Kimia UNS), Dr Khoirina Dwi Nugrahaningtyas (Kimia UNS), dan Dr Bambang Heru Susanto ST MT (Teknik Kimia UI).
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge