0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

DPK Seret, Ini Penjelasan Kepala Kantor BI Solo

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Serapan dana pihak ketiga (DPK) yang dilakukan oleh perbankan di Soloraya pada periode Juni 2017 mengalami perlambatan jika dibandingkan periode tahun lalu. Akibat dari seretnya nilai DPK tersebut, memicu peningkatan Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan.

“Dari tujuh daerah di Soloraya, kondisi DPK paling parah terjadi pada daerah Sukoharjo yang mengalami minus 0,73 persen, kemudian disusul Kota Solo yang minus 0,67. Sedangkan sisanya terpantau mengalami perlambatan,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bandoe Widiarto kepada wartawan, Jumat (25/8).

Namun jika dilihat berdasarkan komponennya DPK, Bandoe menyebut untuk tabungan dan giro tumbuh melambat. Sementara untuk kondisi deposito mengalami koreksi atau tumbuh minus diangka lima persen.

Rendahnya minat masyarakat untuk melakukan deposito diperbankan,menurutnya dipengaruhi beberpa factor. Mulai dari kondisi ekonomi yang sedang lesu dan juga ada kemungkinan untuk melakukan investasi ditempat lain.

“Mungkin juga karena  bunga yang ditawarkan kurang menarik. Sehingga masyarakat lebih memilih untuk melakukan investasi ditempat lain seperti emas atau saham,” terangnya.

Akibat dari minimnya serapan DPK itu, lanjut dia turut mempengaruhi angka LDR. Dimana pada periode Juni terpantau angka LDR atau kredit yang disalurkan lebih banyak daripada dana yang dihimpun.

“Realisasi kredit tercatat mencapai Rp 76,87 triliun, sedangkan nilai DPK hanya Rp 58,45 triliun. Akibatnya LDR ikut terkerek diangka 131,52 persen,” tandasnya

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge