0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dirjen Hubla Ditangkap KPK, Menhub Minta Maaf ke Rakyat

Menhub Budi Karya Sumadi memberi keterangan kepada wartawan usai rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Solo di Ruang Rapat Sekda, Jumat (25/8). (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo — Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi meminta maaf kepada rakyat Indonesia terkait Operasi Tangkap Tangan (OTT) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap salah satu pejabat di bawahnya, Dirjen Perhubungan Laut (Hubla). Kemenhub berkomitmen untuk menjadikan momen ini untuk membenahi institusi.

“Sejujurnya, kejadian ini cukup mengagetkan kami dan rekan-rekan. Saya atas nama pribadi dan institusi memohon maaf kepada Bapak Presiden (Jokowi), Wakil Presiden (JK), dan seluruh rakyak Indonesia,” kata Menhub Budi Karya Sumadi usai rapat koordinasi pembangunan Kereta Bandara, di ruang rapat Sekretaris Daerah (Sekda) Solo, Jumat (25/8).

Menhub Budi mengaku sering mengingatkan jajaran di bawahnya untuk berhati-hati agar terlibat korupsi. Namun kenyataannya, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut setidaknya sudah dua kali tersangkut kasus korupsi dua tahun terakhir.

“Kami bertekad menjadikan ini momentum melakukan perbaikan dan pembersihan di semua lini,” katanya.

Sebagaimana diketahui, KPK menggelar OTT di lantai dua Kantor Kemenhub, Rabu (23/8) lalu. Belakangan diketahui OTT menyasar Dirjen Hubla, Antonius Tonny Budiono terkait kasus suap perizinan dan proyek pengerukan Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

Saat OTT, KPK menyita 33 tas berisi uang senilai Rp 18,9 miliar di kediamannya. Selain itu, KPK juga menemukan 4 ATM berisi uang senilai Rp 1,174 miliar. KPK mengatakan uang tersebut adalah suap dari Adiguna Kurniawan selaku Komisaris PT Adhidugna Keruktama, pemenang proyek pengerukan.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge