0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Inspektorat Temukan Penyelewengan Keuangan Desa

Sosialisasi Dana Desa dan TP4D dihadiri kades (timlo.net/raymond)

Karanganyar — Pengelolaan keuangan desa belum sepenuhnya memuaskan. Mekanismenya tidak banyak dipahami aparatur pemerintahan desa.

“Pada intinya butuh perubahan mindset luar biasa,” kata Kepala Inspektur Kantor Inspektorat Daerah Karanganyar, Sucahyo di hadapan pejabat pemerintah desa pada Sosialisasi Dana Desa dan TP4 Dalam Rangka Mengawal dan Mengamankan Implementasi Dana Desa di DPRD Karanganyar, Kamis (24/8).

Permasalahan yang didapati inspektorat cukup kompleks. Banyak perangkat desa ber-SDM (sumber daya manusia) tidak bagus. Mereka kebingungan mematuhi regulasi yang tumpang tindih. Misalnya aturan penggunaan Dana Desa berlainan dengan Alokasi Dana Desa (ADD).

Dicontohkannya lagi, uang pendapatan lain-lain dipakai langsung tanpa dirancang dulu di keuangan desa. Inspektorat meminta kades berperan sentral pada belanja APBDes, sebab tidak jarang ditemukan mereka seolah menghindari tanggung jawab.

“Ada yang bersikap masa bodoh. Atau ada yang menangani seluruhnya sendirian. Ini yang tidak benar. Seharusnya keuangan desa dilaksanakan Kades, Sekdes, bendahara dan penanggung jawab kegiatan,” katanya.

Selain problem itu, sebagian besar aparatnya kurang paham penggunaan Silpa dan uang sisa belanja proyek. Dikatakannya, Silpa menjadi saldo untuk sumber pembiataan tahun anggaran berikutnya. Sedangkan sisa belanja proyek dapat dipakai kembali di tahun anggaran berjalan asalkan dipasang di mekanisme perubahan APBDes.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge