0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kenali Barang-barang Terkena Cukai

razia rokok (timlo.net/nanang)

Karanganyar — Sesuai UU no 11 tahun 1995 tentang Cukai, pengusaha berkomoditas Barang Kena Cukai (BKC) wajib mengantongi Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC). Barang-barang yang dikenai cukai seperti minuman beralkohol, miras dan hasil tembakau. Cukai dikenakan saat barang itu diproduksi di dalam negeri maupun barang impor.

“Wajib mengurus NPPBKC dari kalangan penguaha pabrik, pengusaha pergudangan, importir BKC, penyalur dan penjual eceran,” kata Kasubbag Bantuan Hukum Setda Pemkab Karanganyar, Sunarno kepada Timlo.net, Kamis (24/8).

Pemerintah, pedagang, pengusaha maupun konsumen diminta mewaspadai peredaran rokok polos, produksi tanpa izin, pita cukai palsu, pita cukai bekas dan kemasan tak sesuai isi batang. Sanksi tegas bakal dijatuhkan ke pelaku praktik misalnya penjara maksimal 5 tahun dan denda maksimal 10 kali nilai cukai untuk pengusaha tanpa NPPBKC sesuai pasal 50 UU No 11 tahun 1995.

Bupati Karanganyar Juliyatmono mengatakan besaran Bagi Hasil Cukai (BHC) tembakau tidak sebanding dengan ongkos kesehatan yang ditanggung pemerintah. Sosialisasi barang terkena cukai menjadi penting untuk membantu pemerintah mengelola keuangan secara berimbang.

“Untuk itu, semua pihak diharapkan membantu menemukan rokok-rokok ilegal yang tidak kena pajak,” katanya.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge