0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Indikasi Dana Desa Diselewengkan, Kejari Turun Tangan

Bupati Wonogiri Joko Sutopo (dok.timlo.net/tarmuji)
Wonogiri — Dari ratusan desa di Wonogiri, ada puluhan desa yang terindikasi melenceng dalam pengelolaan dana desa. Bahkan, salah satu Kades di Kecamatan Slogohimo pun telah diturunkan sementara dari jabatannya lantaran terbukti menilep dana desa.
“Sedikitnya ada 12 desa dari total 251 desa di daerah Wonogiri ditengarai bermasalah dalam mengelola dana desa,” ungkap Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Kamis (24/8).
Menurut Bupati, total dana desa yang dikucurkan sekitar Rp 360,4 miliar. Jumlah tersebut diantaranya dari pemerintah pusat Rp 198, 7 miliar, APBD Wonogiri Rp 119,1 miliar, dana bagi  hasil pajak Rp 4 miliar, serta bantuan provinsi (Banprov) Jateng Rp 19,3 miliar lebih. Ia juga menyatakan,jika saat ini dana desa sudah terealisasi sekitar 60 persen ,sebagian besar untuk proyek infrastruktur, irigasi dan proyek air bersih.
Sedang terkait penyelewengan dana desa yang terjadi di Kecamatan Slogohimo, Bupati menyebut sekitar Rp 190 juta.
Sementara itu, Kasi lntel Kejari Wonogiri yang juga Ketua TP4D, Triyanto mengatakan, kasus dana desa  muncul di 12 desa,dua diantaranya di wilayah Slogohimo dan Baturetno, juga ada 10 desa lagi yang masuk kategori indikasi penyelewengan tersebar di 10 kecamatan. Namun demikian Triyanto enggan menyebutkan nama sepuluh desa tersebut.
“Contoh di desa Kecamatan Baturetno dana sekitar Rp 800 juta diduga tidak sesuai peruntukkannya. Maka sebelum menyimpang lebih jauh, pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke 10 desa teridikasi. Karena TP4D ini sengaja dibentuk tugasnya mengamankan, mengawal dan mengarahkan agar dana desa tidak salah sasaran maka sejak awal kami akan setia mendampingi agar tidak kebablasan menjadi korupsi,” tandasnya.
Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge