0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Polisi Diminta Bongkar Seluruh Jaringan Saracen

Anggota jaringan Saracen yang diamankan (merdeka.com)

Timlo.net – Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Golkar Dave Laksono berharap polisi bertindak cepat membongkar seluruh jaringan pendukung kelompok penyebar hoax, Saracen. Tujuannya agar konten dan ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah bangsa bisa diminimalisir.

“Saya harapkan polisi dapat bertindak cepat membongkar habis seluruh jaringan yang mensupport saracen sehingga semua kegiatan medsos yang bernada hoax memecah belah bangsa dapat dihancurleburkan,” kata Dave di Jakarta, Kamis (24/8).

Lebih lanjut Dave menyarankan para pengguna akun yang masuk kelompok Saracen ditindak tegas. Sebab, para pelaku seringkali membuat keresahan yang mengarah perpecahan dengan isu-isu SARA.

“Mereka ini sudah sepertinya mindset sudah rusak, tujuannya itu pemerintah itu jelek, ini jelek, menyebarkan isu SARA dan itu kan membuat keresahan akhirnya timbul isu SARA yang bisa mengarah ke perpecahan bangsa,” tegasnya.

Untuk mengantisipasi akun-akun penyebar ujaran kebencian ini diperlukan sinergitas dari sejumlah lembaga seperti Polri, Menkominfo, hingga BIN.

“Semua harus bekerja sama untuk menghancurkan kegiatan yang tujuannya memecah belah bangsa,” tegasnya.

Dampak yang ditimbulkan dari ulah para pelaku ini bisa memicu kebencian antar masyarakat terutama mereka yang tinggal di perkampungan.

Wasekjen Partai Golkar ini menambahkan kelompok ini juga kerap memanfaatkan momentum Pemilihan Umum (Pemilu) untuk meruncingkan perbedaan hingga berujung konflik horizontal.

“Saya di Twitter saya sering ditag berita aneh yang saya tahu ini tidak benar. Tapi masyarakat di perkampungan yang tidak mengerti cepat terbakar kebenciannya itu,” ucapnya.

Sebelumnya, Satgas Patroli Siber Bareskrim Polri berhasil mengungkap para pelaku penyebar kebencian dan konten yang menjelekkan suku agama ras dan antargolongan (SARA) di media sosial. Beraksi sejak 2015, kelompok bernama Saracen itu bekerja secara profesional dan memiliki ribuan akun. Mereka memasang tarif hingga puluhan juta rupiah.

[noe]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge