0271-626499 redaksi.timlo@gmail.com
Timlo.net

KGPAA Mangkunegoro IX Kecewa, Ini Gara-Garanya

Plt Kabupaten Mondropuro Keraton Mangkunegaran, RT Supriyanto Waloyo (kanan), dan Pejabat Humas Tim Pengembalian Aset Mangkunegaran, Didik Wahyudiono (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Keraton Mangkunegaran mengaku gamang dengan penataan jadwal penggunaan Pamedan Mangkunegaran. Pasalnya, jadwal paket pekerjaan bangunan strategis kawasan Mangkunegaran di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) molor dari jadwal.

“Molornya jadwal ini sangat berdampak kepada kita. Meskipun kita hanya sebagai subjek atau penerima manfaat saja, tetapi kami kesulitan menata jadwal masyarakat yang hendak meminjam kawasan Pura Mangkunegaran. Misalnya di Pamedan Mangkunegaran, kan biasanya juga digunakam untuk kegiatan masyarakat,” kata Plt Kabupaten Momdropuro, Keraton Mangkunegaran, RT Supriyanto Waloyo, Kemis (24/8).

Molornya proyek senilai Rp 24,3 miliar itu rencananya akan dikerjakan pada tahun anggaran 2017. Namun lantaran mengalami kegagalan dalam proses lelang, proyek tersebut gagal dilaksanakan tahun ini, dan diundur menjadi tahun 2018.

Gagalnya pengerjaan proyek tersebut disampaikan Kementerian PUPR melalui surat Dirjen Cipta Karya No. PR.01.03-DC/882 tertanggal 15 Agustus 2017. Rencananya beberapa bagian dari bangunan Pura Mangkunegaran akan direvitalisasi dan direkonstruksi.

Bagian yang direvitalisasi diantaranya adalah Pamedan Mangkunegaran dan Kawasan Panti Putro. Sedangkan Ruang Kereta yang sempat dirobohkan pada tahun 1974 akan direkonstruksi sesuai cetak biru dan gambar dokumentasi yang ada di Perpusatakaan Mangkunegaran Reksa Pustaka.

“Sekali lagi kami menegaskan bahwa kami hanya sebagai penerima manfaat. Hanya saja kami meminta bangunan yang direvitalisasi ini dikembalikan seperti aslinya, sesuai dengan dokumentasi yang kami miliki,” tegasnya.

Beberapa agenda yang terdampak atas molornya jadwal pembangunan ini diantaranya Festival Payung Indonesia, Kirab Suro Mangkunegaran, dan Jumenengan Dalem Mangkunegaran.

Sementara itu Pejabat Humas Tim Pengembalian Aset Mangkunegaran, Didik Wahyudiono mengatakan, Raja Mangkunegaran, KGPAA Mangkunegoro IX mengaku kecewa dengan molornya jadwal tersebut.

“Kanjeng Gusti Mangkunegara sedikit kecewa dengan kemunduran ini, sebab agenda tradisi Pura Mangkunegaran jadi sedikit terganggu,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge